Beranda Headline Rosida, Anak Penjual Kue dari Sumedang Jadi Wisudawan Terbaik Unsika

Rosida, Anak Penjual Kue dari Sumedang Jadi Wisudawan Terbaik Unsika

41
Wisudawan Terbaik Unsika
Rosida, Mahasiswi Lulusan Fakultas Teknik raih predikat Wisudawan Terbaik dengan IPK nyaris sempurna, yakni 3.98 (Foto: Istimewa) 

KARAWANG – Di antara deretan toga dan wajah-wajah bahagia para lulusan Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), sosok Rosida—akrab disapa Oci—menjadi perhatian. Lulusan Fakultas Teknik Unsika ini berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik dengan IPK nyaris sempurna, yakni 3,98.

Namun, di balik prestasi gemilang itu, tersimpan perjuangan panjang yang tak ringan. Gadis asal Sumedang ini sempat menunda kuliah selama setahun setelah lulus SMA, karena kendala ekonomi. Ibunya berjualan kue dari pagi hingga sore, sementara sang ayah membantu sebisanya meski penghasilan tidak menentu.

“Saat itu belum memungkinkan. Tapi saya tahu, saya harus kuliah. Bukan untuk gengsi, tapi agar jadi kebanggaan orang tua,” ujar Oci.

Baca juga: Momen Spesial: 7 Mahasiswa Asing Lulus dari Unsika Karawang

Tahun 2021, impiannya mulai terwujud. Ia diterima di Unsika dan memperoleh beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Perkuliahan awal dilakukan secara daring karena pandemi, dan ia menjalaninya dari kamar kos kecil, ditemani tekad dan harapan orang tua dari jauh.

Memasuki semester tiga, perkuliahan mulai tatap muka. Oci pun mulai aktif dalam organisasi dan berbagai program kampus. Ia terlibat dalam program Kampus Merdeka, menjadi asisten dosen, mengikuti studi independen MBKM, serta magang di dua industri manufaktur.

“Paling berat itu membagi waktu antara akademik dan organisasi. Kadang jam tidur harus dikorbankan,” kenangnya.

Di tengah padatnya aktivitas, Oci juga sempat bekerja paruh waktu di sebuah toko susu murni dekat kampus. Ia melayani pelanggan dari pukul 10 pagi hingga 6 sore dengan upah Rp30 ribu per hari. Bukan soal bayaran, namun kepercayaan yang diberikan pemilik toko untuk mengelola keuangan toko membuatnya bertahan.

Sebagai anak rantau, tinggal di kos sederhana dan mengandalkan beasiswa, Oci mengerti bahwa kuliah bukan kemewahan, tapi perjuangan. Ia selalu mengingat pesan sang ibu saat pertama kali mengantarnya ke Karawang.

“Jaga kepercayaan kami. Kamu kuliah jauh-jauh ke Karawang, pulanglah bawa hasil yang baik,” kata ibunya.

Baca juga: Bupati Karawang Larang Sekolah Paksa Beli Seragam dan LKS

Kini, Oci membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Lulus dari Fakultas Teknik Unsika dengan prestasi sebagai Wisudawan Terbaik, ia siap melangkah lebih jauh ke dunia profesional.

“Mah, Pah, Oci pulang. Bawa bukti dari harapan yang selama ini Oci jaga. Doakan Oci kejar cita-cita lainnya di industri,” ucapnya haru. (*)