Beranda News Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Ramadan 1447 Hijriah di Karawang

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Ramadan 1447 Hijriah di Karawang

6
Pawai Obor
Ribuan warga mengikuti Pawai Obor Ramadan 1447 Hijriah di Karawang. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Pawai Obor Ramadan 1447 Hijriah di Karawang berlangsung meriah pada Minggu (14/2/2026). Ribuan warga memadati jalanan kota untuk mengikuti Pawai Obor Ramadan 1447 Hijriah di Karawang yang dimulai dari Masjid Al-Jihad, melintasi kawasan Pemda dan Ramayana Ciplaz Karawang, hingga berakhir di Alun-Alun Karawang.

Kegiatan Pawai Obor Ramadan 1447 Hijriah di Karawang ini merupakan hasil kolaborasi Front Persatuan Islam bersama DKM Masjid Al-Jihad sebagai bentuk syiar menyambut bulan suci Ramadan.

Koordinator kegiatan, Robi, mengatakan lebih dari 1.000 peserta ambil bagian dalam Pawai Obor Ramadan 1447 Hijriah di Karawang.

Baca juga: Musrenbang Kecamatan Telukjambe Timur 2026 Fokus Pembangunan 2027

“Tadi dari Al-Jihad, Pemda, Ramayana dan berakhir di Alun-alun Karawang. Terpantau 1.000 lebih orang yang berpartisipasi dan konsep acara ini adalah syiar,” ujarnya.

Menurutnya, Pawai Obor Ramadan 1447 Hijriah di Karawang telah menjadi agenda rutin dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-9. Peserta terdiri dari jamaah majelis taklim serta sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Ia berharap melalui Pawai Obor Ramadan 1447 Hijriah di Karawang, masyarakat semakin antusias menyambut Ramadan serta meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan pesan agar selama Ramadan tempat hiburan malam dapat tutup selama satu bulan penuh sesuai arahan pemerintah daerah.

Baca juga: Konsep Lebih Dewasa, Tuparev Street Coffee Buka Cabang Kedua

“Pesan kami jelas, selama Ramadan tempat hiburan malam harus tutup sebulan penuh sesuai arahan bupati dan kami akan selalu memantau pergerakannya,” tegasnya.

Suasana penuh semangat dan kebersamaan terlihat sepanjang rute Pawai Obor Ramadan 1447 Hijriah di Karawang, menjadikan momentum ini sebagai simbol persatuan umat dalam menyambut bulan suci. (*)