
KARAWANG – Arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai memadati jalur arteri Karawang, Jawa Barat, pada Minggu sore, (4/1/2026). Ribuan kendaraan dari arah Cikampek bergerak menuju Jakarta dan sekitarnya, menyebabkan kepadatan di sejumlah ruas jalan utama.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus balik meningkat seiring berakhirnya libur panjang Nataru. Kendaraan yang melintas didominasi oleh sepeda motor dan mobil pribadi milik warga yang kembali ke tempat tinggal maupun lokasi kerja.
Baca juga: Peringati HAB ke-80, Bupati Karawang Tegaskan Peran Strategis Kementerian Agama
Volume kendaraan yang tinggi dan tidak sebanding dengan kapasitas jalan membuat jalur arteri Karawang beberapa kali mengalami perlambatan. Laju kendaraan tersendat terutama di titik-titik strategis yang menjadi penghubung kawasan industri, permukiman, serta akses menuju pintu tol.
Petugas memprediksi arus balik masih akan terus meningkat hingga malam hari. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan kendaraan menuju Jakarta dan daerah penyangga masih berlangsung.
Aparat kepolisian bersama petugas terkait terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas di sepanjang jalur arteri Karawang guna mengantisipasi kepadatan yang lebih parah. Pengendara pun diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Peningkatan arus kendaraan ini merupakan pola tahunan pasca-libur Nataru, yang kerap menjadi puncak perpindahan warga dari daerah wisata maupun kampung halaman kembali ke pusat aktivitas ekonomi.
Untuk menghindari kemacetan, pengguna jalan disarankan merencanakan perjalanan dengan matang, memanfaatkan informasi lalu lintas terkini, serta mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif.
Baca juga: Hari Pertama Kerja 2026, Bupati Karawang Sidak Kantor Dinas dan Cek Kehadiran ASN
Selain itu, pengelola jalan dan aparat kepolisian juga mengaktifkan sistem pengaturan lalu lintas lebih ketat di sekitar Jalan Kosambi dan kawasan exit tol Karawang guna memperlancar arus balik.
Tingginya pergerakan kendaraan di jalur arteri Karawang menjadi indikator kuat pergeseran arus kendaraan menuju Jakarta dan sekitarnya, yang menuntut kesiapan serta koordinasi lintas instansi untuk menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas. (*)














