Beranda Headline Ribuan Burung Pemangsa dari Siberia Singgah di Pegunungan Sanggabuana Karawang

Ribuan Burung Pemangsa dari Siberia Singgah di Pegunungan Sanggabuana Karawang

11
Burung pemangsa Siberia
Ribuan burung pemangsa migran melintasi langit Puncaksempur, Pegunungan Sanggabuana, Karawang — fenomena tahunan yang menarik banyak pengamat burung dari berbagai daerah. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali menjadi perhatian pecinta alam dan pengamat satwa dengan hadirnya ribuan burung pemangsa migran dari Siberia yang melintasi kawasan Pegunungan Sanggabuana, khususnya di Puncaksempur. Fenomena alam tahunan ini menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata minat khusus yang unik dan potensial di Jawa Barat.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang, Lusi Asela, mengatakan bahwa Puncaksempur memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam berbasis konservasi.

“Kami telah mempersiapkan event Raptor Migran 2025 di Puncaksempur untuk menarik wisatawan dan mempromosikan potensi wisata alam Karawang,” ujar Lusi, Kamis (16/10/2025).

Baca juga: MUI Karawang Latih 100 Perempuan Jadi Kader Pemulasaraan Jenazah Sesuai Syariat Islam

Menurutnya, setiap tahun ribuan burung pemangsa migran dari wilayah utara Asia, termasuk Siberia, melintasi langit Karawang pada periode Oktober hingga November.

Beberapa spesies yang sering terlihat antara lain Elang Alap China (Accipiter soloensis), Alap-alap Nippon (Accipiter gularis), dan Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhynchus).

Selain burung pemangsa, beberapa jenis burung lain seperti Kirik-kirik Laut (Merops philippinus) juga turut bermigrasi melalui kawasan ini.

“Pegunungan Sanggabuana merupakan jalur penting bagi migrasi burung pemangsa. Setiap tahun, pengamat burung dari berbagai daerah datang ke sini,” tambah Lusi.

Puncaksempur, Surga Keanekaragaman Hayati

Lusi menuturkan, Pegunungan Sanggabuana tidak hanya menjadi lokasi penting bagi burung migran, tetapi juga menyimpan keanekaragaman hayati luar biasa.

“Saat kami melakukan pengamatan bersama tim Sanggabuana Wildlife Ranger dan para pengamat burung dari Jakarta, kami benar-benar terkesan dengan kekayaan alam di kawasan ini,” ujarnya.

Selain burung, kawasan ini juga menjadi habitat beragam primata endemik Jawa.

Siti Balqis Kadijah, mahasiswi magang dari IPB University yang melakukan penelitian di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa terdapat lima jenis primata yang hidup di area blok Dindingari Puncaksempur.

“Jenis-jenis primata yang ditemukan di sini antara lain Owa Jawa, Kukang Jawa, Lutung Sunda, Surili, dan monyet ekor panjang,” kata Balqis.

Festival Raptor Migran, Sinergi Wisata dan Konservasi

Sementara itu, Annisa Sutarno dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) menambahkan bahwa pihaknya telah secara rutin menyelenggarakan Festival Raptors Migran sejak tiga tahun terakhir di kawasan Puncaksempur.

“Festival ini menjadi wadah untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konservasi alam sekaligus mempromosikan potensi wisata Karawang,” ungkap Annisa.

Baca juga: Festival Tokseoul Wave 2025 Ramaikan KCP, Perpaduan Budaya Jepang dan Korea di Karawang

Menurut Annisa, dukungan pemerintah daerah dan komunitas pemerhati lingkungan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem Pegunungan Sanggabuana, agar tetap menjadi tujuan migrasi burung pemangsa dan wisata alam unggulan di Karawang.

Dengan kekayaan flora-fauna yang menakjubkan serta kegiatan wisata berbasis edukasi dan konservasi, Puncaksempur kini semakin dikenal sebagai surga pengamatan burung dan primata di Karawang. (*)