Beranda Headline Revolusi Medis: Ilmuwan Jepang Ciptakan Obat Penumbuh Gigi Pertama di Dunia

Revolusi Medis: Ilmuwan Jepang Ciptakan Obat Penumbuh Gigi Pertama di Dunia

32
Obat penumbuh gigi
Foto: Istock

beritapasundan.com – Para ilmuwan Jepang sedang mengembangkan obat revolusioner yang memungkinkan manusia menumbuhkan gigi baru. Obat ini digadang-gadang menjadi terobosan besar di dunia medis, khususnya dalam bidang kedokteran gigi.

Penelitian ini dipimpin oleh tim dari Universitas Kyoto, yang telah bekerja selama lebih dari dua dekade untuk menemukan cara agar manusia dapat menumbuhkan gigi pengganti secara alami. Uji klinis terhadap manusia dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025, setelah serangkaian uji coba pada hewan menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan.

Baca juga: Dampak Sering Mengonsumsi Mie Instan Bagi Kesehatan

Bagaimana Obat Ini Bekerja

Obat ini dirancang untuk merangsang gen yang bertanggung jawab dalam pertumbuhan gigi. Menurut Prof. Katsu Takahashi, pemimpin proyek, manusia sebenarnya memiliki potensi untuk menumbuhkan gigi baru, tetapi gen tersebut “tertidur” setelah gigi tetap tumbuh. Dengan obat ini, gen tersebut diaktifkan kembali, memungkinkan pertumbuhan gigi baru.

“Ini adalah mimpi yang menjadi nyata bagi banyak orang, terutama mereka yang kehilangan gigi akibat trauma, penyakit, atau usia,” ujar Takahashi dalam konferensi pers.

Manfaat Besar di Bidang Kedokteran Gigi

Jika berhasil, obat penumbuh gigi ini akan mengubah cara kita menangani masalah gigi seperti gigi ompong atau kehilangan gigi akibat penyakit periodontal. Prosedur seperti pemasangan gigi palsu atau implan gigi mungkin akan menjadi usang.

Meskipun demikian, para ahli memperingatkan bahwa penelitian ini masih dalam tahap awal. Uji klinis pada manusia akan menjadi langkah penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas obat tersebut.

Baca juga: Manfaat dan Rahasia Sehat dengan Tempe: Dari Jantung hingga Pencernaan

Jika semua berjalan sesuai rencana, obat penumbuh gigi pertama di dunia ini dapat tersedia secara luas pada awal 2030-an. (*)