Beranda News Refleksi HSN 2024, KOPRI PMII Karawang Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Ponpes

Refleksi HSN 2024, KOPRI PMII Karawang Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Ponpes

30
Ketua Kopri PMII Karawang, Desi Novalina (Foto: Ist)

KARAWANG- KOPRI PC PMII Karawang Menggelar Refleksi dan Deklarasi dalam rangka Memperingati Hari Santri Nasional 2024 di Bunderan Mal Ciplaz, Rabu (23/10/2024)

Ketua KOPRI PC PMII Karawang, Desi Novalina mengungkapkan refleksi HSN ini sebagai bentuk penghormatan untuk santri yang terlibat memperjuangkan kemerdekaan dan berkontribusi hingga kini dalam menyiarkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan dengan inklusif.

“Nilai-nilai yang diperjuangan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) dan santri memiliki beberapa titik kesamaan, yaitu dalam hal komitmen terhadap Islam, nilai-nilai kemanusiaan, dan keinginan untuk memperjuangkan keadilan sosial. Dalam hal ini santri dan kader pergerakan saling melengkapi dalam membangun masyarakat yang berkeadilan dan lebih baik,” kata Desi.

Baca juga: KOPRI PMII Karawang Desak Kemeneg Buat Satgas PPKS di Pondok Pesantren

Menurut Desi, Santri memiliki potensi besar untuk menjadi regenerasi penerus bangsa dan peradaban dunia. Melalui pendidikan agama dan karakter, santri dapat mengembangkan nilai-nilai moral, etika, dan kepemimpinan. Maka, santri dapat berperan aktif dalam memajukan bangsa di berbagai bidang pendidikan, sosial, politik, dan ekonomi.

“Santri harus mendapatkan ruang aman dan nyaman dalam menuntut ilmu sesuai dengan Pasal 18 ayat (1) Peraturan Daerah kabupaten Karawang Nomor 5 Tahun 2023 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren yang menyatakan bahwa “Pembinaan untuk peningkatan kualitas Penyelenggaraan Pesantren dilaksanakan melalui upaya menciptakan lingkungan Pesantren yang layak, aman, nyaman, bersih, dan sehat,” jelasnya.

Namun ironisnya, kata dia, kasus kekerasan seksual, kekerasan fisik dan kekerasan psikis terjadi pula di pondok pesantren. Kekerasan seksual bukanlah sebuah kasus yang bisa dianggap ringan ataupun remeh, karena kekerasan dapat memberikan dampak fisik, psikis, mental dan kesehatan reproduksi yang berkelanjutan.

Baca juga: Ratusan Relawan Sabil Akbar Siap Menangkan Aep-Maslani di Pilkada Karawang

“Saya selaku Ketua KOPRI PC PMII Karawang sangat miris melihat kekerasan yang terjadi di pondok pesantren, saya menuntut agar adanya tindakan mitigasi kekerasan seksual dengan segera diberbagai sektor khususnya pondok pesantren,” tegasnya.

“Kegiatan refleksi ini fokus pada pemberdayaan dari segala bentuk kekerasan yang dialami masyarakat khususnya santri, refleksi ini menjadi upaya merevitalisasi spirit perjuangan sahabat pergerakan dan juga masyarakat yang bersama-sama berkolaborasi menjadikan segala tempat ruang aman dan nyaman,” ujarnya.