KARAWANG- Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) resmi menginjak usia ke-51 tahun pada Senin 22 Juli 2024.
Pengurus DPD KNPI Karawang, Maulana Malik Ibrohim (Oing) turut memaknai perayaan Hari Lahir KNPI ke-51 tahun dengan suka cita dan merefleksikan kiprah KNPI dari setiap masa.
“Selamat ulang tahun Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Ke 51. Sebagai pengurus KNPI tentunya hari ini merupakan hari yang cukup membanggakan sekaligus membahagiakan, seperti tahun-tahun sebelumnya saat menjadi pengurus saya tertarik untuk membaca sejarah dan arah pergerakan KNPI dari masa ke masa,” kata Oing sapaan akrabnya, Senin (22/7/2024)
Baca juga: PMII Karawang Dukung Oing Maju di Musda KNPI
Menurut Mantan Aktivis PMII Karawang ini, ada fakta menarik soal posisi KNPI yang selalu di stempel sebagai organisasi produk orde baru, tapi anehnya terlibat dalam perlawanan rezim orde baru, mulai dari penolakan modal asing hingga peristiwa Malari (Malapetaka 11 Januari- red)
“Sungguh membingungakan bukan, nah, yang lebih membingungkan bahkan KNPI sempat di usulkan untuk di bubarkan!! oleh sekelompok organisasi yang satu barisan ketika melakukan perlawanan terhadap rezim orde baru. Makin lucu aja ini cerita sejarahnya,” ulasnya sambil terkekeh.
“Memang penomena baris-berbaris ini tak lantas semuanya di klaim satu barisan dan satu cita.Tapi saya cukup berbangga KNPI di untungkan memiliki kepiawaian dalam mengambil sikap dan langkah,” sambungnya.
Baca juga: Dani Ramdan Resmi Mundur sebagai Pj Bupati Bekasi
Menurutnya, di masa kepemimpinan Idrus Marham tahun 2002, dirinya mewacanakan rejuvenasi/peremajaan KNPI atau penyegaran kembali peran KNPI di tengah realitas politik nasional. Rejuvenasi ini akhirnya memaksa KNPI untuk independen dan kembali memposisikan pemuda sebagai mitra kritis pemerintah.
“Kalau saya merefleksi, mencoba mendeteksi pikiran kepengurusan KNPI pada masa itu, respon soal KNPI dalam sikap dan langkah ini di pengaruhi oleh euforia kemenangan atas pergerakan mahasiswa yang berhasil meruntuhkan rezim orde baru. Namun pikiran masa lalu itu perlu di tinjau ulang sehingga ada relevansi nya dengan kebutuhan pemerintah dan masyarakat khususnya pemuda,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata dia, KNPI kedepan bukan hanya soal peremajaan tapi juga harus melakukan pendewasaan organisasi.
“Dalam imajinasi saya, saya mengilustrasikan istilah yang tepat untuk pergerakan KNPI di masa yang akan datang mestinya bukan hanya rejuvenasi/peremejaan tapi harus melakukan pendewasaan/maturation organisasi. Kenapa demikian, karena organisasi ini mesti cakap membaca medan dan kesempatan, terlibat dalam setiap pembangunan SDM khususnya dalam rangka meningkatkan potensi pemuda agara bangsa kita memiliki daya saing yang cukup luar biasa,” jelasnya lagi.














