KARAWANG – Puluhan disabilitas tunarungu dan tunadaksa di Kabupaten Karawang mengikuti pelatihan membuat kopi melalui program Madani Vokasi Akademi. Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang diinisiasi oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan ditujukan khusus untuk para disabilitas di wilayah Karawang.
“Hari ini kami bekerja sama dengan Kreasi Tuli Indonesia untuk memberikan pengetahuan dan praktik khusus dalam pembuatan kopi,” ujar Zukarja Majid, PIC Officer PNM Bekasi Karawang, pada Jum’at, 19 Juli 2024.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan dapat membimbing para peserta hingga mampu menjadi barista mandiri dan kreatif. “Pelatihan tiga hari ini akan ditutup pada hari Minggu.
Baca juga: Pajak Sawah di Karawang Gratis Hingga 3 Hektare, Berikut Persyaratannya
Terdapat empat kelompok peserta yang akan berkompetisi. Mereka akan mempraktikkan hasil dari pelatihan dan menyajikannya kepada masyarakat di sekitar Adiarsa,” jelas Zukarja.
Lebih lanjut, Zukarja menambahkan bahwa PT PNM akan terus mendampingi para peserta setelah pelatihan selesai. “Outputnya jelas tidak sampai di sini, kami dari PT PNM akan terus mendampingi. Kami punya mitra bisnis di internal perusahaan, yang akan kami coba sambungkan,” tambahnya.
Founder Kreasi Tuli Indonesia, Inaraya, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 15 orang tunarungu dan 5 orang tunadaksa. Para peserta dibimbing oleh pelatih yang juga berasal dari kalangan disabilitas.
“Kami memiliki program disability to disability. Jadi disabilitas yang sudah dibina dan mahir, akan berbagi ilmu dengan disabilitas lain,” terangnya.
Sebelumnya, PT PNM dan Kreasi Tuli Indonesia juga telah bekerja sama dalam penyelenggaraan pelatihan batik tuli. Inaraya menyatakan bahwa ke depannya pihaknya akan terus memfasilitasi para disabilitas dengan berbagai pelatihan lain.
Baca juga: Sekolah Bantah Adanya Praktik Jual Beli Buku, Korlas Dituding Inisiator Pembelian
“Di Gerkatin Karawang ada 250 orang disabilitas, dari PPDI ada 550. Alhamdulillah sekitar 10 orang sudah mandiri berwirausaha, dan yang lainnya juga sudah bekerja. Kesulitan tentu ada, tapi jika kita menyerah, siapa yang akan peduli pada mereka?” tutupnya. (*)














