
beritapasundan.com – Proyek pembangunan Terminal Kalijaya di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, senilai Rp56 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat kembali menuai sorotan publik. Pembangunan yang dimulai sejak beberapa tahun lalu itu hingga kini mangkrak, bahkan terhenti hampir setahun terakhir. Bangunan setengah jadi kini terbengkalai dan tidak difungsikan.
“Terminal Kalijaya sekarang panas banget, kumuh, seperti tidak terurus sejak pembangunan mangkrak,” keluh Rizki Pangestu (27), warga sekitar, Rabu (17/9/2025).
Kondisi ini juga berdampak pada aktivitas perekonomian di sekitar area terminal yang sebelumnya ramai dijadikan tempat singgah pedagang kecil. Rizki berharap pemerintah segera melanjutkan pembangunan agar terminal kembali hidup dan berfungsi sebagai pusat transportasi darat di Kabupaten Bekasi.
Baca juga: BKMM Karawang Gelar Seminar “Belajar dari Orang Hebat” Hadirkan Yousef Bani Ahmad
Keluhan juga datang dari penumpang. Sherly Novita (25), warga asal Tasikmalaya yang rutin menggunakan terminal ini, mengaku kecewa. “Fasilitas di sini mengecewakan, tidak ada tempat tunggu dan panas sekali. Kalau bisa segera diperbaiki, jangan seperti gedung kosong begini,” ujarnya.
Mengacu data pemerintah, proyek Terminal Kalijaya dilaksanakan secara multiyears. Pada tahap terakhir dengan anggaran Rp22 miliar, pekerjaan justru mangkrak dan kontrak dengan pelaksana diputus. Tahun ini, proyek kembali dianggarkan Rp14,9 miliar dengan target selesai dalam 95 hari kerja.
“Awalnya Terminal Kalijaya dirancang sebagai smart terminal terintegrasi dengan ruang publik dan layanan hotel. Namun karena pemangkasan anggaran dan keterlambatan, desain awal direvisi berkali-kali. Tahun ini harus selesai, meski ada beberapa bangunan yang dipangkas,” jelas Surya Direja, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Pembangunan Terminal Kalijaya.
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Muhamad Rohadi, menegaskan pihaknya mendorong percepatan proyek ini. “Terminal ini vital, berada di jalur Pantura yang padat. Harus selesai tahun ini. Insya Allah awal Oktober kontraktor mulai bekerja dan Desember rampung. Kami minta masyarakat ikut mengawal agar tidak gagal lagi,” tegasnya.
Baca juga: Truk Wingbox Terbakar di Tol Cipali, Ribuan Paket Ekspedisi Ludes
Pantauan di lapangan menunjukkan penumpang masih menunggu bus di area terbuka tanpa fasilitas memadai. Bangunan terminal yang berdiri setengah jadi lebih mirip gedung kosong ketimbang terminal modern.
Meski sudah menghabiskan puluhan miliar rupiah, manfaat Terminal Kalijaya belum dirasakan masyarakat. Publik kini menanti janji penyelesaian akhir tahun 2025, sembari khawatir proyek mangkrak kembali. (*)













