
KARAWANG – Ratusan rumah warga dan lahan pertanian di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, masih terendam banjir pada Minggu (7/12/2025). Banjir Karangligar ini terjadi akibat curah hujan sangat tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (5/12/2025).
Bencana banjir Karangligar tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memperlihatkan perbedaan mencolok antara rumah warga yang tenggelam dan rumah panggung yang dibangun melalui program Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Program pembangunan rumah panggung bagi warga terdampak banjir Karangligar diketahui masih berlangsung di Dusun Kampek, Desa Karangligar. Sebanyak 24 unit rumah panggung sedang dikerjakan sebagai solusi hunian tahan banjir untuk daerah rawan bencana.
Baca juga: Karrasi19 Siap Luncurkan Produk Fashion Ramah Lingkungan Berbasis Ekonomi Sirkular
Bangunan rumah panggung tersebut dibuat dengan ketinggian 2,5 hingga 3 meter dari permukaan tanah. Dalam dokumentasi visual terlihat ratusan rumah di sekitar lokasi terendam air, sementara rumah panggung tetap aman dan tidak tersentuh banjir.
Banjir Karangligar dipicu meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, sehingga menyebabkan 316 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai sekitar 1 meter di beberapa titik. Kondisi ini menjadi bukti nyata efektivitas konsep rumah panggung sebagai hunian aman bagi wilayah dengan risiko banjir tahunan.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Listrik, BBM, dan LPG di Wilayah Bencana Segera Normal
Warga berharap pembangunan rumah panggung dapat diperluas agar lebih banyak keluarga memperoleh hunian layak dan aman dari ancaman banjir Karangligar yang rutin terjadi setiap tahun. (*)













