Beranda Headline Prabowo Murka: Penipuan Beras Rugikan Negara Rp1.000 Triliun

Prabowo Murka: Penipuan Beras Rugikan Negara Rp1.000 Triliun

20
Produsen beras
Pedagang Beras (Foto: Ilustrasi/Ist)

beritapasundan.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengecam keras praktik kecurangan yang dilakukan sejumlah produsen beras besar yang diduga mengoplos beras biasa lalu menjualnya dengan label beras premium demi meraup keuntungan tak wajar.

“Masih banyak permainan jahat dari pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang premium, harganya dinaikkan seenaknya. Ini pelanggaran!” tegas Prabowo saat menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2025 di Solo, Minggu (20/7/2025) malam.

Presiden Prabowo telah memerintahkan Jaksa Agung dan aparat Polri untuk segera mengusut dan menindak tanpa pandang bulu.

Baca juga: IKASI Kukuhkan Kepengurusan Baru di Karawang, Targetkan Porprov 2026

Potensi Kerugian Capai Rp1.000 Triliun

Prabowo menyebut praktik curang dalam perdagangan beras ini merupakan bentuk kejahatan ekonomi besar. Ia mengungkapkan, laporan resmi yang ia terima menunjukkan negara mengalami kerugian hingga Rp100 triliun per tahun akibat manipulasi harga dan mutu beras.

“Artinya, dalam lima tahun kerugiannya mencapai seribu triliun. Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa. Bahkan bisa kita sebut sebagai subversi ekonomi. Menikam rakyat!” tegasnya.

Menurut Prabowo, anggaran sebesar itu seharusnya bisa digunakan untuk menghapus kemiskinan dan memperluas jangkauan program-program sosial negara.

Cadangan Beras Terbesar Sepanjang Sejarah

Prabowo mengungkapkan, Indonesia tengah mencatat sejarah baru dalam ketahanan pangan. Cadangan beras pemerintah saat ini telah mencapai 4,2 juta ton—jumlah tertinggi dalam sejarah republik.

“Produksi pangan kita meningkat signifikan. Jagung naik 30 persen, beras naik 48 persen. Tapi keberhasilan ini dinodai oleh ulah pengusaha nakal,” ujarnya.

Empat Produsen Diperiksa Polisi

Kasus ini kini tengah ditangani oleh Dittipideksus Bareskrim Polri, yang telah memeriksa empat produsen beras besar atas dugaan pelanggaran mutu dan takaran. Pemeriksaan dilakukan menyusul laporan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang membongkar praktik pengoplosan beras.

Baca juga: Ingin Rumah Sendiri? Ini Syarat & Cara Membeli Rumah Subsidi 2025

Brigjen Helfi Assegaf dari Bareskrim Polri membenarkan bahwa pemeriksaan masih berlangsung terhadap empat produsen, yakni:

  • WG (Wilmar Group): Produk Sania, Sovia, Fortune
  • FSTJ (Food Station Tjipinang Jaya): Beras Setra Pulen, Food Station, Ramos Premium
  • BPR (Belitang Panen Raya): Produk Raja Platinum dan Raja Ultima
  • SUL/JG (Sentosa Utama Lestari/Japfa Group): Produk Ayana

Sampel produk dikumpulkan dari berbagai daerah, termasuk Aceh, Sulawesi Selatan, Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, hingga Jabodetabek. (*)