Beranda Headline Polisi Geledah Rumah Terduga Teroris di Klari

Polisi Geledah Rumah Terduga Teroris di Klari

Rumah yang ditinggali terduga teroris digeledah polisi, Sabtu (3/4). Polisi menyita badik, tumpukan baju, buku-buku, dan dokumen BPKP juga KTP. Pantauan di lapangan, kondisi rumah terduga teroris yang beralamat di Perumahan Klari Regency, Desa Klari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang dipasangi garis polisi.

Keterangan dari Ketua RT setempat, Hamid (51) mengatakan, saat penggeledahan, ia sempat diminta pihak kepolisian untuk ikut menjadi saksi. Penggeledahan dilakukan jam dua siang.

Rumah yang menghadap langsung ke masjid Yusup Abdullah Buhendi ini ditinggali oleh pasangan suami istri. Suami berinisial LN (34) diduga terlibat dalam gerakan terorisme.

“Saat penggeledahan, saya sempat melihat anak kunci menempel di lubang kunci pintu kedua rumah. Saya heran mengapa sudah ada anak kunci di pintu rumah tersebut,” katanya.

Dari keterangan Hamid, diperoleh informasi kalau rumah tersebut dimiliki oleh ZR (25), adik ipar dari LN. Rumah tersebut sudah dimiliki ZR sejak tiga bulan lalu. ZR sempat berada di rumah selama kurang lebih dua minggu, kemudian mengenalkan LN dan istrinya ke masyarakat sekitar.

Setelah itu, ZR tidak lagi terlihat berada di rumah. Sementara LN dan istrinya yang menghuni rumah tersebut, menurut pengakuan Ketua RT, tidak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar.

LN diketahui bekerja di sebuah depot isi ulang air di daerah Johar, Karawang. Ia biasa pulang ke rumah setelah Magrib, dan berangkat jam delapan pagi. Sehari-hari nyaris tidak pernah keluar rumah. Hanya beberapa kali LN keluar rumah untuk membeli kebutuhan di warung kelontong yang tidak jauh dari rumahnya.

Sementara itu Ketua DKM Masjid Yusup Abdullah, Ahmad Ngafif menuturkan, LN berperawakan kekar dengan jenggot lebat. Bulan kedua setelah menempati rumah, istri LN tidak lagi terlihat. Kabar yang didengar, istri LN dijemput keluarganya.

“LN tidak pernah terlihat salat berjemaah di masjid. Meski lokasi masjid hanya beberapa langkah dari rumah.” Katanya

Terpantau di lokasi, rumah bercat ungu tersebut jendela dan pintunya diterali besi. Korden tebal menutupi dua jendela rumah. Belasan tanaman cabai yang baru saja tumbuh terlihat menumpuk di depan rumah. Rumput-rumput tumbuh tinggi di depan rumah seolah rumah tersebut sudah lama tidak dihuni.

Berdasarkan kabar, LN dan ZR ditangkap polisi di usaha depot air minum di daerah Johar, Karawang.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penggeledahan dan penangkapan ini. (fyz)

Artikel sebelumyaRINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH ( LPPD ) PEMERINTAH KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2020
Artikel berikutnyaLaporan Anggaran 2020 Bekasi, Sudah Selesai Dilakukan