KARAWANG – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang mencatat, jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karawang hingga November 2024 telah mencapai 3.418 orang. Jumlah ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan beberapa tahun terakhir, terutama setelah pandemi COVID-19.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Penempatan Tenaga Kerja dalam Negeri dan Luar Negeri, Ijum Junaedi, menjelaskan bahwa jumlah PMI dari Karawang selalu melebihi angka seribu setiap tahunnya, kecuali pada masa pandemi COVID-19 pada 2020-2021.
Baca juga: PIAUD Unsika Perkuat Kolaborasi dengan 9 Sekolah Mitra untuk Program PLP
“Secara keseluruhan, total jumlah PMI asal Karawang dari 2019 hingga November 2024 mencapai 14.463 orang,” ujar Ijum kepada awak media, Selasa (10/12/2024).
Ia memaparkan data jumlah PMI dari tahun ke tahun:
- Tahun 2019: 3.476 orang
- Tahun 2020: 825 orang
- Tahun 2021: 364 orang
- Tahun 2022: 2.399 orang
- Tahun 2023: 3.981 orang
- Tahun 2024 (hingga November): 3.418 orang
Taiwan Jadi Tujuan Favorit PMI Karawang
Ijum juga mengungkapkan bahwa terdapat lima negara yang menjadi tujuan utama PMI asal Karawang, yaitu Taiwan, Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Arab Saudi. Di antara kelima negara tersebut, Taiwan menjadi tujuan paling populer.
“Negara paling banyak ditempati adalah Taiwan. Mayoritas PMI bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di sana, meski ada juga yang bekerja sebagai tenaga informal di sektor rumah sakit, restoran, sopir, hingga sekolah,” tambahnya.
Baca juga: Peringati Hari Anti Korupsi, Kejari Karawang Bagikan Bunga kepada Pengguna Jalan
Data distribusi PMI di lima negara tersebut adalah:
- Taiwan: 1.146 orang
- Malaysia: 1.098 orang
- Singapura: 556 orang
- Hong Kong: 224 orang
- Arab Saudi: 202 orang
Ijum menyebutkan bahwa Taiwan menjadi favorit karena permintaan tenaga kerja di sektor rumah tangga yang terus meningkat, khususnya dari kawasan Asia Pasifik. (*)














