
KARAWANG – Isu stunting masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Karawang. Komitmen nyata dalam upaya pencegahan stunting ditunjukkan oleh PT Procter & Gamble Operations Indonesia (P&G) yang berhasil meraih dua penghargaan tingkat daerah tahun 2025.
Dua penghargaan tersebut yakni Kontribusi dalam Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Kesehatan 2025 dan Kontribusi dalam Akselerasi Program Pentahelix Desa/Kelurahan TANGKAS STUNTING. Penghargaan diserahkan dalam kegiatan Pertemuan Umum TP PKK yang dipadukan dengan Gerakan Posyandu Aktif Tahun 2025, bertempat di Aula Husni Hamid, Karawang, Selasa (16/12/2025).
Baca juga: Pemkab Karawang Catat 6.360 Aduan Digital Lewat Aplikasi Tangkar
Government Relation Director P&G, Syafaat, menjelaskan bahwa P&G secara konsisten berperan aktif dalam pencegahan stunting melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.
“Upaya pencegahan stunting kami fokuskan sejak usia remaja, khususnya remaja putri yang rentan mengalami anemia. Ini penting sebagai fondasi lahirnya generasi sehat,” ujar Syafaat.
Ia menambahkan, di Karawang terdapat program Balad Tangkas dari Dinas Kesehatan yang turut didukung P&G, termasuk melalui penyusunan buku pedoman hidup sehat bagi remaja putri.
“Tujuannya agar saat dewasa nanti, mereka mampu melahirkan generasi yang sehat dan terbebas dari stunting,” paparnya.
Pada kelompok ibu hamil, P&G juga menghadirkan pos gizi terintegrasi yang memberikan edukasi mengenai asupan gizi seimbang serta praktik memasak makanan bergizi.
“Indikator keberhasilan pencegahan stunting adalah tidak munculnya kasus baru. Target kita adalah zero stunting,” jelasnya.
Syafaat mengungkapkan, pada tahun 2025 di Karawang masih ditemukan 17 kasus lokal stunting. Ke depan, evaluasi akan difokuskan pada penurunan laju kasus baru.
“Setelah itu, baru kita dorong penurunan prevalensi stunting secara menyeluruh,” sambungnya.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak bisa dilakukan satu sektor saja. Dibutuhkan kerja lintas sektor mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Agama untuk mencegah pernikahan dini, Dinas Pendidikan, hingga keterlibatan sektor swasta.
“Program ini sudah berjalan sejak 2022. Hasilnya, angka stunting di Karawang berhasil ditekan hingga 14 persen. Ini pencapaian bersama,” tuturnya.
Baca juga: Pemkab Karawang Perkuat Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui Operasi Lilin Lodaya
Ia menambahkan, pada 2024 fokus program sempat melambat karena perhatian publik tertuju pada agenda politik. Namun pada 2025, seluruh program kembali dijalankan secara optimal.
“Salah satu program yang masih sangat dibutuhkan adalah SIGEULIS PISAN, agar 12 ribu kader posyandu terus diperkuat kompetensi dasarnya,” jelasnya.
P&G berharap dapat terus menjadi bagian dari kisah sukses Karawang dalam mewujudkan daerah bebas stunting, sekaligus berkontribusi di sektor pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia lainnya. (*)













