KARAWANG – Memasuki masa tanam padi, petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berharap ketersediaan pupuk tetap aman dan mudah diperoleh. Beberapa wilayah seperti Kecamatan Klari, Ciampel, Cilamaya, dan Lemahabang sudah mulai memasuki musim tanam.
Kusnadi (46), seorang petani asal Cilamaya, mengungkapkan bahwa beberapa tahun terakhir ia tidak mengalami kendala berarti dalam mendapatkan pupuk. Ia berharap kondisi tersebut terus berlanjut pada musim tanam kali ini.
Baca juga: Saber Pungli Karawang Amankan 155 Preman dalam OTT 2024
“Alhamdulillah, beberapa tahun ini lancar, tidak ada kendala. Mudah-mudahan sekarang juga lancar, asalkan pupuk tersedia, air cukup, dan pekerja sehat, insyaallah hasilnya maksimal,” ujar Kusnadi pada Rabu, 11 Desember 2024.
Menurutnya, kendala yang biasa ia hadapi adalah kurangnya pasokan air di musim kemarau dan serangan hama. Namun, masalah tersebut masih dapat diatasi dengan persiapan yang baik.
“Kendala pasti ada, tapi selama semuanya lengkap dan mudah didapat, tidak jadi masalah besar. Hama yang sering bikin repot biasanya keong,” tambahnya.
Senada dengan Kusnadi, petani asal Karawang lainnya, Rukmawan (52), berharap harga gabah dapat stabil atau meningkat agar biaya produksi yang cukup besar dapat tertutupi.
“Harapan saya, harga gabah tetap bagus. Tahun ini alhamdulillah cukup bagus. Mudah-mudahan stabil atau bahkan lebih baik,” tuturnya.
Baca juga: Disparbud Karawang Perkuat Kampanye Sapta Pesona Jelang Libur Nataru
Sementara itu, VP Komunikasi dan Administrasi Perusahaan PT Pupuk Kujang Cikampek, Muhammad Arif Rahman, menjelaskan bahwa stok pupuk untuk wilayah Karawang dalam kondisi aman.
“Di distributor Karawang, stok Urea tersedia sebanyak 351,4 ton dan NPK 173,65 ton. Sedangkan di kios Karawang, stok Urea mencapai 4.401,605 ton dan NPK 1.631,472 ton,” jelasnya. (*)














