
KARAWANG – Sebanyak 250 hektare sawah di Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus. Kepala Bidang Perkebunan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Karawang, Dadan Danny, mengungkapkan bahwa hampir seluruh lahan yang terkena dampak hama tikus tidak dapat dipanen.
“Hampir semua sawah di daerah tersebut mengalami gagal panen karena serangan hama tikus yang tidak terkendali,” jelas Dadan saat diwawancarai pada Rabu, 25 September 2024.
Baca juga: Peran Penting Wajib Pajak Daerah dalam Pembangunan Karawang, Bupati Berikan Penghargaan
Setelah menerima laporan dari kepala desa setempat, DPKP Karawang segera turun ke lapangan untuk melakukan identifikasi dan memulai gerakan pengendalian selama empat hari berturut-turut. Langkah-langkah yang diambil antara lain penanaman benih padi bersertifikat yang tahan hama serta pembangunan rumah burung hantu (rubuha) sebagai predator alami tikus.
“Kami memfokuskan pengendalian di Kecamatan Kutawaluya dengan menanam benih padi secara serentak dan merencanakan pembangunan rubuha lebih lanjut,” tambahnya.
Hingga saat ini, Dadan melaporkan bahwa sudah ada 300 titik rubuha yang dibangun. Ia juga mengimbau para petani untuk tidak melakukan penanaman secara migran dan memastikan pengolahan tanah dilakukan secara sehat sebelum masa tanam dimulai.
Baca juga: Acep Jamhuri Datang ke KPU Karawang dengan Mobil Nunggak Pajak, Warga Geger
“Kami berharap ada perbaikan ke depannya. Pengolahan tanah yang tepat, penggunaan benih unggul, serta penanaman serentak sesuai jadwal pola tanam yang telah ditetapkan UPTD akan menjadi kunci dalam mengatasi masalah ini,” tutup Dadan. (*)













