
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memperkuat kesiapan pengamanan serta pengendalian harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Lilin Lodaya 2025. Rakor tersebut digelar di Aula Lantai 3 Gedung Singaperbangsa, Komplek Pemda Karawang, Senin (15/12/2025).
Rakor dibuka oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., kemudian dipimpin langsung oleh Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Karawang H. Maslani, unsur Forkopimda, tokoh agama, perwakilan TNI, para kepala perangkat daerah, serta jajaran pejabat utama Polres Karawang.
Baca juga: Pemkab Karawang Tertibkan 376 Bangunan Liar di Saluran Sekunder Pasir Panggang
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan Natal dan Tahun Baru serta memastikan kondisi Kabupaten Karawang tetap aman, tertib, dan kondusif selama momentum akhir tahun.
Dalam rakor dibahas berbagai potensi kerawanan berdasarkan kondisi geografis dan karakteristik wilayah. Sejumlah objek vital pengamanan Natal dan Tahun Baru menjadi fokus, di antaranya lima stasiun kereta api, tiga terminal angkutan umum, serta 58 titik tempat ibadah umat Nasrani yang akan digunakan selama perayaan Natal 2025.
Selain aspek keamanan, pengendalian harga kebutuhan pokok juga menjadi perhatian utama. Bupati Karawang menegaskan pentingnya langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas harga menjelang Natal dan Tahun Baru, mengingat tingginya aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu lonjakan permintaan barang.
“Pemerintah daerah bersama perangkat terkait terus melakukan pemantauan dan pengendalian harga kebutuhan pokok di pasar. Kita pastikan distribusi berjalan lancar, stok aman, dan tidak ada lonjakan harga yang memberatkan masyarakat, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar Bupati Aep.
Bupati Aep juga menekankan bahwa keberhasilan pengamanan Natal dan Tahun Baru tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas, mematuhi aturan, serta saling menghormati dalam merayakan hari besar keagamaan dan pergantian tahun, agar Karawang tetap aman dan nyaman,” tambahnya.
Dalam rakor tersebut turut dipetakan potensi kerawanan lain, seperti pelaksanaan tahapan Pilkades Gelombang III di sembilan desa, serta meningkatnya mobilitas masyarakat di kawasan wisata menjelang malam pergantian tahun.
Aspek kebencanaan juga menjadi perhatian, khususnya potensi longsor dan banjir di Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru akibat curah hujan tinggi. Konsentrasi massa diprediksi terjadi pada malam pergantian tahun di Lapang Karangpawitan, kawasan Galuh Mas, dan Grand Taruma, sehingga memerlukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas secara khusus.
Sementara itu, Operasi Lilin Lodaya 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini mengedepankan langkah preventif dan preemtif, didukung penegakan hukum serta strategi komunikasi publik guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Baca juga: Perjuangan Guru Honorer Papua, Ertina Hisage Tempuh Medan Berat Demi Lulus PPG Unsika
Sebagai bentuk dukungan lintas sektor, Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang menyiapkan 140 personel beserta sarana prasarana pendukung lalu lintas, serta menetapkan kawasan Karangpawitan, Sumarecon, dan Galuh Mas sebagai zona prioritas pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Di bidang pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang memastikan kesiapsiagaan pos kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit selama Operasi Lilin Lodaya 2025 berlangsung. Sementara BPBD Kabupaten Karawang menyiagakan dua posko kebencanaan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi demi keselamatan masyarakat. (*)













