
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahun 2025 selama dua hari, Rabu–Kamis, 21–22 Mei 2025.
Rapat koordinasi (rakor) ini mengangkat tema “Sosialisasi Pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2025”. Kegiatan dihadiri oleh Bupati Karawang, jajaran Asisten Daerah, para kepala perangkat daerah (OPD), TPPS Kabupaten Karawang, para camat, kepala puskesmas, serta perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri).
Baca juga: Gubernur Jabar Janjikan Pembangunan Rumah Panggung di Karangligar
Rakor ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen lintas sektor untuk menanggulangi persoalan stunting di Kabupaten Karawang.
Kepala DPPKB Karawang, Sofiah, menegaskan pentingnya aksi konvergensi sebagai pendekatan kolaboratif dan terarah dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah pusat.
“Melalui aksi konvergensi, intervensi dapat dilakukan secara lebih efektif, terutama kepada kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita,” ujar Sofiah pada Kamis, 22 Mei 2025.
Ia menjelaskan bahwa peran kecamatan kini menjadi ujung tombak dalam pengumpulan data serta pelaksanaan intervensi berbasis kebutuhan lokal. Salah satu perubahan kebijakan penting adalah pelimpahan pelaksanaan aksi konvergensi dari TPPS kabupaten ke tingkat kecamatan.
“Jika sebelumnya penginputan data dilakukan oleh TPPS kabupaten, kini tugas itu dilaksanakan oleh operator di kecamatan, puskesmas, PLKB, dan camat sebagai approver,” jelasnya.
Kegiatan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik BOKB DPPKB Karawang, dan mencakup agenda penting seperti sosialisasi kebijakan baru terkait program stunting tahun 2025, pembekalan teknis pengisian website aksi konvergensi, hingga simulasi secara langsung.
Baca juga: RSUD Karawang Ungkap Diagnosis Medis Remaja Interseks RSM
Sofiah berharap kolaborasi lintas sektoral ini berjalan optimal dan memberikan hasil nyata.
“Kita maksimalkan aksi konvergensi untuk mewujudkan Karawang Zero New Stunting,” pungkasnya. (*)













