Beranda Headline Pemkab Karawang Bentuk Tim Kompensasi Kebocoran Minyak Pertamina

Pemkab Karawang Bentuk Tim Kompensasi Kebocoran Minyak Pertamina

22
ilustrasi/net

BEPAS, KARAWANG – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang telah membentuk tim khusus kompensasi dampak kebocoran minyak Pertamina di lepas pantai Karawang yang terjadi beberapa waktu lalu.

 

Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari saat ditemui usai rapat koordinasi bersama pihak Pertamina di ruang rapat sekda Plaza Pemda Karawang (12/8), mengungkapkan jika pihak pertamina sudah siap untuk menyelesaikan semuanya.

Bahkan tim koordinasi yang di ketuai langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri, lanjut Wakil Bupati menjelaskan sudah di SK-kan oleh Bupati Karawang dan nantinya akan melibatkan sejumlah pihak terkait untuk kemudian akan merumuskan mekanisme serta strategi inventarisasi masyarakat terdampak.

Baca juga: Gubernur Jabar Minta Pertamina Bereskan Pencemaran Minyak Selama 14 Hari

Disoal kapan tim koordinasi ini akan mulai bekerja, Wakil Bupati mengatakan secepatnya.

“Secepatnya, form-nya dari Kementerian dan tim pelaksananya pak sekda, semua diganti rugi semua yang rasional, tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya seraya berlalu.

Sementara itu ditemui ditempat yang sama, Ketua Tim Koordinasi Acep Jamhuri mengatakan, jika Tim koordinasi penanganan dampak di perairan laut Karawang beberapa waktu lalu sudah di SK-kan oleh Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Dan langkah selanjutnya dari Tim Koordinasi ini adalah terus melakukan inventarisasi kerugian yang diderita masyarakat terdampak.

“Kita akan akurasikan datanya, dan Pertamina juga telah menyanggupi untuk memberikan ganti rugi,” jelasnya.

Dan untuk meminimalisir adanya oknum masyarakat yang tidak terdampak namun ikut-ikutan ingin diberikan konpensasi, lanjut Acep, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karawang dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang akan melakukan rapat di Kementerian untuk memperbaiki format yang nantinya akan diisi oleh warga terdampak.

Acep memaparakan, Dari 9 desa yang terdampak saat ini bertambah menjadi dua desa, sehingga total hitungan untuk sementara ada sekitar 4993 tambak yang terdampak, untuk garam 108 Ha dan termasuk juga UMKM di Objek-objek wisata turut terdampak.

“Dampak lainnya adalah menurunnya capaian retribusi di baik bidang pariwisata maupun perikanan,” kata Acep memaparkan. (nna/kie)

Artikulli paraprakTawuran Suporter Kembali Pecah, Mapolres Purwakarta Tingkatkan Intensitas Patroli
Artikulli tjetër12 SMK Binaan AHM Mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Mekanik TSM