Beranda Headline Pemkab Karawang Anggarkan Rp120 Miliar untuk Sekolah Rawan Banjir di Karangligar

Pemkab Karawang Anggarkan Rp120 Miliar untuk Sekolah Rawan Banjir di Karangligar

18
Sekolah banjir di karawang
Salah satu sekolah terdampak banjir di Kabupaten Karawang, SMPN 1 Telukjambe Barat (Foto: sindo)

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) berkomitmen mendorong peningkatan fasilitas pendidikan di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, yang selama ini dikenal sebagai wilayah langganan banjir.

Kepala Disdikpora Karawang, Wawan Setiawan, mengatakan program peningkatan sarana pendidikan tersebut merupakan bagian dari agenda pembangunan tahun anggaran 2025, yang didanai melalui bantuan keuangan Pemkab Karawang.

“Untuk penanganan wilayah rawan bencana, termasuk Karangligar, kita sudah siapkan total anggaran sebesar Rp120 miliar,” ujar Wawan, Senin (4/8/2025).

Baca juga: Program Kacer Karawang 2025: Dana Naik, Mekanisme Dirombak, Ini Penjelasannya

Wawan menjelaskan bahwa usulan peningkatan fasilitas sudah diterima dari sejumlah sekolah, baik tingkat SD maupun SMP, yang terdampak banjir secara berkala. Namun, teknis pelaksanaan pembangunan masih akan disesuaikan dengan kondisi lapangan.

“Anggaran memang tersedia, tetapi soal teknis pembangunan—apakah akan langsung membangun lantai dua, atau bertahap—masih perlu dikaji lagi,” imbuhnya.

Menurut Wawan, kondisi sarana dan prasarana sekolah di Karangligar sudah banyak mengalami kerusakan akibat banjir berulang, sehingga diperlukan penanganan khusus secara bertahap dan berkelanjutan.

“Kalau langsung bangun besar juga tidak realistis. Jadi kita perlu lihat mana kebutuhan paling mendesak,” jelasnya.

Baca juga: Santunan Anak Yatim di SDN Palumbonsari IV, Wujud Kepedulian Sekolah dan Komite

Salah satu kebutuhan yang sudah diusulkan pihak sekolah adalah pembangunan ruang arsip untuk menyimpan dokumen penting. Disdikpora Karawang telah melakukan koordinasi awal dan menjadikan proyek tersebut sebagai bagian dari pembangunan tahap awal di wilayah rawan banjir tersebut. (*)