Beranda Ekonomi & Bisnis Pedagang dan Pembeli di Karawang Mengeluh, Harga Cabai Naik Drastis

Pedagang dan Pembeli di Karawang Mengeluh, Harga Cabai Naik Drastis

10
Harga cabai karawang
Tumpukan cabai merah di lapak pedagang Pasar Baru Tuparev Karawang, yang kini harganya bikin kaget konsumen. (Foto: Istimewa) 

KARAWANG – Harga cabai di Pasar Baru Tuparev Karawang melonjak drastis dalam sepekan terakhir, bahkan tembus hingga Rp80.000 per kilogram. Lonjakan harga cabai ini membuat pedagang terpaksa mengurangi stok, sementara pembeli harus berhemat.

Penjual cabai, Mumun, mengaku kaget dengan kenaikan harga cabai keriting yang sebelumnya Rp25.000–Rp30.000 per kilogram, kini tembus Rp50.000 per kilogram.

Baca juga: Dedi Mulyadi: KRL Commuter Karawang Tunggu Keputusan Kemenhub

“Tadinya dari 25, 30, sekarang 50 per kilo. Kalau cabai merah besar dari Rp20.000 sekarang jadi Rp30.000. Semua naik,” ujarnya saat ditemui di Pasar Baru Tuparev Karawang, Kamis (18/9/2025).

Mumun mengatakan, lonjakan harga cabai ini sangat memengaruhi daya beli.

“Dulu saya bisa beli sampai 20 kilo, sekarang paling 3 kilo. Pembeli juga banyak yang mengeluh karena mahal. Kadang mundur, enggak jadi beli,” katanya.

Meski demikian, ia tetap menjaga pelanggan dengan menaikkan harga sekadarnya. “Kalau saya beli Rp50.000, dijual Rp55.000 saja. Takut pelanggan kabur, soalnya persaingan ketat,” jelasnya.

Hal senada disampaikan pedagang lain, Dita. Ia menyebut, harga cabai merah dan cabai keriting kini sama-sama menyentuh Rp80.000 per kilogram.

“Naiknya kurang lebih Rp20.000-an. Pembelian memang jadi berkurang, ibu-ibu yang biasanya beli banyak sekarang jadi sedikit-sedikit,” tuturnya.

Menurutnya, kenaikan hanya terjadi pada harga cabai, sementara bahan lain relatif stabil. “Sekarang mah cuma cabai aja yang naik,” ucap Dita.

Aisyah, pembeli di Pasar Baru Tuparev Karawang, juga merasakan dampak kenaikan harga cabai. “Biasanya saya beli dua kilo, sekarang cuma seperempat kilo. Masaknya jadi diirit, yang penting ada rasa pedas sedikit,” katanya.

Ia bahkan mencoba mengganti cabai keriting dengan rawit merah, meski harganya juga ikut naik. “Rawit sekarang Rp38.000, tadinya Rp25.000. Cabai merah besar juga sudah Rp40.000,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Jabar: Hanya 25 Rumah Panggung Dibangun di Desa Karangligar

Lonjakan harga cabai ini diduga akibat cuaca tidak menentu dan pasokan yang berkurang. Para pedagang berharap harga segera stabil agar daya beli masyarakat pulih.

“Mudah-mudahan cepat turun, biar pembeli bisa beli banyak, kita juga enggak rugi,” pungkas Mumun. (*)