Beranda Headline Pasutri di Karawang Diserang Ratusan Tawon Vespa, Istri Pingsan

Pasutri di Karawang Diserang Ratusan Tawon Vespa, Istri Pingsan

20
Tawon vespa
Jaenudin (60) Korban Sengatan Tawon Vespa (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Sepasang suami istri (pasutri) di Desa Parungsari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, diserang ratusan tawon vespa pada Selasa pagi (7/1). Akibat kejadian ini, keduanya mengalami luka-luka, dengan salah satu korban sempat tak sadarkan diri akibat sengatan.

Oti (54), salah satu korban, menyebutkan sengatan tawon vespa sangat menyiksa. “Saya gabisa tidur sama sekali akibat sengatan tawon itu, dan rasanya sangat menyiksa,” ungkapnya.

Baca juga: Sampah Jadi Masalah Utama, Disparbud Karawang Evaluasi Kebersihan di Objek Wisata

Ia bersama suaminya, Jaenudin (60), langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Meskipun tak ada luka yang membahayakan nyawa, Oti mengaku kesulitan tidur akibat rasa sakit yang luar biasa.

Jaenudin menjelaskan, ia ikut tersengat tawon ketika mencoba menolong istrinya. “Kondisi saya tak separah istri saya. Walaupun disengat ratusan tawon saat menolong, saya masih bisa menahan sakit di area lengan, kaki, badan, hingga kepala,” ujarnya.

Kejadian bermula saat Oti sedang mencari jantung pisang di sekitar rumpun bambu. Ia tak sengaja menyenggol sarang tawon vespa hingga koloni tawon menyerangnya. Mendengar teriakan istrinya, Jaenudin langsung berusaha membantu, meski akhirnya ia juga menjadi sasaran serangan tawon.

“Saat itu, istri saya pingsan. Saya langsung melumuri tubuh kami dengan lumpur untuk mengurangi efek sengatan, lalu membawa istri ke puskesmas,” jelas Jaenudin.

Karena kejadian ini, warga setempat berencana meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (damkar) untuk menyingkirkan sarang tawon vespa demi mencegah insiden serupa.

Baca juga: Pengunjung Keluhkan Tarif Parkir Mahal di Karawang Kuliner Malam

Kepala Tim Pemadam Kebakaran Karawang, Rudi Suwardi, mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima laporan terkait insiden ini. “Belum ada laporannya ke damkar. Kalau sudah ada laporan, kami pasti akan tindaklanjuti. Warga atau RT/RW bisa langsung menghubungi nomor 0267 400113,” kata Rudi. (*)