
KARAWANG – Pasien BPJS yang sebelumnya viral karena disebut tidak mendapatkan layanan rawat inap dari sejumlah rumah sakit di Karawang, kini telah mendapatkan penanganan intensif di Rumah Sakit Izza Cikampek.
Keluarga pasien menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada pihak Rumah Sakit Izza Cikampek atas pelayanan yang diberikan. Mereka mengakui adanya miskomunikasi sebelumnya terkait prosedur penanganan pasien BPJS.
“Alhamdulillah, adik saya sekarang sudah mendapat pengobatan dan rawat inap. Saya ucapkan terima kasih kepada direktur dan seluruh tim medis RS Izza Cikampek atas pelayanan yang baik dan maksimal kepada keluarga kami,” kata Yana Mulyana, keluarga pasien, pada Selasa (15/7/2025).
Baca juga: Satpol PP Karawang Gencarkan Patroli Sekuter untuk Cegah Tawuran Pelajar
Ia menjelaskan bahwa kepanikan dan kekhawatiran keluarga membuat mereka secara refleks menyebarkan informasi yang belum sepenuhnya dipahami.
“Saat itu kami mengecek ke beberapa rumah sakit lain tapi semuanya penuh. Sementara kondisi adik saya sudah parah dan menurut dokter di IGD RS Izza saat itu, ia memang harus segera dirawat inap,” tambahnya.
Yana juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak rumah sakit dan masyarakat atas viralnya informasi yang dianggap keliru. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman terkait alur layanan pasien BPJS.
Kami sadar ini miskomunikasi dan ketidaktahuan kami soal prosedur rawat inap. Pihak IGD waktu itu justru menyarankan kami cari rumah sakit lain karena ruang inap sedang penuh,” ujarnya.
Direktur Rumah Sakit Izza Cikampek, dr Dik Adi Nugraha, menegaskan bahwa saat ini pasien BPJS sudah ditangani dengan baik dan telah mendapatkan kamar inap serta pengobatan sesuai prosedur.
“Kami pastikan sekarang pasien dalam kondisi ditangani. Kejadian sebelumnya murni miskomunikasi antara keluarga pasien dan petugas di IGD. Yang terpenting sekarang adalah keselamatan pasien,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam menyampaikan informasi melalui media sosial, dan mengutamakan tabayun atau klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Baca juga: Hanya Terima 10 Siswa, SMK Pendekar Jadi Cahaya Bagi Anak Putus Sekolah
“Kami terbuka untuk semua lapisan masyarakat tanpa membedakan status sosial ataupun sistem pembayaran. Rumah Sakit Izza hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik di Karawang, serta turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata dr Dik.
Ia pun mengapresiasi langkah pihak keluarga yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf dan menyadari pentingnya komunikasi yang tepat dalam urusan pelayanan kesehatan. (*)













