Beranda Headline Orang Tua Geruduk SMAN 2 Telukjambe Timur, Protes Jalur Zonasi Tidak Diterima

Orang Tua Geruduk SMAN 2 Telukjambe Timur, Protes Jalur Zonasi Tidak Diterima

32
Sman 2 Telukjambe Timur
Foto: Ilustrasi

KARAWANG – Sebuah video yang beredar viral di media sosial pada Senin, 24 Juni 2025, menunjukkan sejumlah orang tua siswa menggeruduk SMAN 2 Telukjambe Timur karena anak mereka tidak diterima melalui jalur zonasi.

Dalam video tersebut, terlihat para orang tua protes keras kepada pihak sekolah terkait penerimaan murid baru yang tidak sesuai harapan. Ilham Elfahmi, Panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMAN 2 Telukjambe Timur, menjelaskan bahwa protes tersebut sebenarnya terjadi pada Jum’at, 20 Juni 2025. Ia membenarkan bahwa banyak calon siswa yang tidak lolos karena kuota jalur zonasi yang terbatas hanya untuk 96 siswa saja.

Baca juga: Janji 1.000 Rumah Panggung untuk Karangligar Dipertanyakan Warga

“Memang banyak calon siswa yang tidak bisa masuk, karena kuota jalur zonasi di SMAN 2 Telukjambe Timur terbatas. Jalur zonasi yang tersedia hanya cukup untuk 96 orang,” ujar Ilham kepada awak media pada Selasa, 24 Juni 2025.

Meskipun demikian, Ilham menyatakan bahwa permasalahan ini sudah diselesaikan dengan baik. Pihak sekolah telah mengarahkan orang tua siswa yang protes untuk mengikuti pendaftaran ulang pada gelombang kedua SPMB, yang dibuka dari 24 Juni hingga 1 Juli 2025.

“Memang banyak yang tidak diterima karena penerimaan jalur zonasi terbatas dan pendaftar yang lebih dekat dengan lokasi sekolah lebih banyak. Namun kami sudah memberikan solusi dengan membuka gelombang kedua,” tambah Ilham.

Baca juga: DPRD Karawang Desak DLH Jabar Tindak Pencemaran Sungai Citarum

Ilham juga menjelaskan bahwa kejadian serupa bukanlah yang pertama kali terjadi di SMAN 2 Telukjambe Timur. Ia berharap para orang tua bisa memahami alur pendaftaran dan mengikuti prosedur yang sudah disosialisasikan dengan baik.

“Kami sudah melakukan sosialisasi di desa-desa, tapi ternyata ada beberapa orang tua yang tidak mengikuti sosialisasi atau tidak membaca informasi dengan seksama. Namun, masalah ini sudah selesai, dan kami telah mengarahkan mereka untuk mendaftar di tahap kedua,” tutup Ilham. (*)