
KARAWANG – National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak atlet disabilitas berprestasi di berbagai cabang olahraga.
Ketua NPCI Kabupaten Karawang, Andi Mahendra, menyebutkan saat ini terdapat 35 atlet disabilitas yang tergabung dalam naungan organisasi ini, terdiri dari penyandang tunadaksa, tunanetra, dan tunagrahita. Mereka aktif dalam sejumlah cabang olahraga seperti bulu tangkis, tenis meja, renang, atletik, catur, angkat berat, dan voli duduk.
“Sejauh ini, para atlet NPCI Karawang telah mencetak berbagai prestasi membanggakan,” ujar Andi saat diwawancara pada Rabu, 4 Juni 2025.
Baca juga: Fakultas Hukum UNSIKA Gandeng Forum HRD KIIC Kembangkan Program MBKM Berbasis Industri
Pada ajang Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) 2022 di Bekasi, NPCI Karawang meraih total 9 medali, yaitu 4 emas, 4 perak, dan 1 perunggu dari cabang angkat berat, bulu tangkis, dan atletik. Sementara pada tahun 2024, sejumlah atlet disabilitas dari Karawang mewakili Jawa Barat dalam Pekan Paralimpik Nasional (PEPARNAS) di Solo. Mereka berhasil membawa pulang 6 medali dari cabang anggar (3 emas dan 3 perak), 1 perak dan 1 perunggu dari angkat berat, serta 2 medali perunggu dari tenis meja.
“Saat ini kami sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti PEPARDA 2026 yang akan digelar di Indramayu sebagai tuan rumah,” jelas Andi.
Ia berharap para atlet disabilitas yang berada di bawah naungan NPCI Kabupaten Karawang dapat terus berkembang dan mandiri. “Jangan hitung apa yang hilang dari tubuhmu, tapi hitunglah apa yang tersisa dari tubuhmu untuk meraih prestasi. Saya mengajak teman-teman disabilitas di Karawang untuk tidak takut keluar dari zona nyaman,” pesannya.
Sejarah Berdirinya NPCI Karawang
Pembimbing NPCI Kabupaten Karawang, Sumiati, mengungkapkan bahwa organisasi ini sebenarnya sudah lama berdiri, namun sempat vakum selama 13 tahun, yakni dari tahun 2006 hingga 2019. Awalnya, pendirian NPCI Karawang merupakan mandat dari NPCI Provinsi Jawa Barat. Setelah vakum usai menjadi tuan rumah kegiatan, kini NPCI Karawang kembali aktif dan fokus pada pembinaan atlet disabilitas.
“Sekarang kami bukan hanya memperhatikan bidang olahraga, tapi juga aspek pendidikan. Para atlet juga kami bantu melalui program beasiswa,” ujar Sumiati.
Baca juga: Ketua MUI Karawang Imbau Masyarakat Pilih dan Sembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat
Sementara itu, Sahabat Disabilitas Karawang, Rini Nuraeni, menyatakan pihaknya bermitra dengan NPCI Kabupaten Karawang untuk mendorong para disabilitas mengeksplorasi potensi mereka di bidang olahraga.
“NPCI ini posisinya setara dengan KONI, hanya saja NPCI fokus pada penyandang disabilitas. Tujuan kemitraan kami adalah untuk merangkul disabilitas agar mereka mendapat ruang berekspresi, penghargaan, dan hak yang sama,” tandasnya. (*)













