Beranda Headline NPCI Karawang Dorong Penambahan Sarana untuk Atlet Disabilitas

NPCI Karawang Dorong Penambahan Sarana untuk Atlet Disabilitas

44
Npci karawang
Ketua National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Karawang, Andi Mahendra (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Atlet disabilitas di Indonesia, termasuk di Kabupaten Karawang, masih menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan potensi di bidang olahraga. Salah satu kendala utama adalah terbatasnya sarana dan prasarana olahraga yang memadai dan aksesibel bagi penyandang disabilitas.

Ketua National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Karawang, Andi Mahendra, menyampaikan bahwa persoalan sarana dan prasarana olahraga juga menjadi kendala di daerahnya. Saat ini, dari banyaknya cabang olahraga (cabor), NPCI Karawang baru mampu memaksimalkan pelatihan pada tujuh cabor, yaitu bulutangkis, tenis meja, renang, atletik, catur, angkat berat, dan voli duduk.

Baca juga: NPCI Karawang Siap Cetak Atlet Disabilitas Berprestasi di PEPARDA 2026

“Jumlah atlet kami sekitar 35 orang. Cabang olahraga sebenarnya banyak, tapi baru 7 yang bisa kami fasilitasi secara maksimal,” kata Andi Mahendra, Rabu, 4 Juni 2025.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang selama ini cukup mendukung dan menghargai keberadaan NPCI Karawang. Namun, pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap sarana dan prasarana olahraga agar jumlah cabor dan atlet disabilitas bisa bertambah.

“Pemkab Karawang sangat mendukung, kami difasilitasi sekretariat. Namun, kami masih butuh peningkatan sarana dan prasarana olahraga, seperti untuk panahan dan menembak, yang saat ini belum tersedia. Kalau atlet bisa dicari dan dibina dari awal, asal fasilitasnya ada,” jelasnya.

Baca juga: Fakultas Hukum UNSIKA Gandeng Forum HRD KIIC Kembangkan Program MBKM Berbasis Industri

Meski dengan keterbatasan, NPCI Karawang tetap berkomitmen untuk memaksimalkan pelatihan dan fasilitas yang tersedia guna mencetak atlet disabilitas berprestasi di tingkat lokal, provinsi, maupun nasional. (*)