Beranda Headline Musrenbang 2026 Palumbonsari Fokus Penanganan Banjir dan Infrastruktur

Musrenbang 2026 Palumbonsari Fokus Penanganan Banjir dan Infrastruktur

14
Musrenbang palumbonsari
Kelurahan Palumbonsari menggelar Musrenbang tingkat kelurahan tahun 2026. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Pemerintah Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan tahun 2026 sebagai dasar penyusunan anggaran pembangunan tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kelurahan Palumbonsari, Rabu (28/1/2026).

Musrenbang Kelurahan Palumbonsari dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, RT dan RW, Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos), serta perwakilan masyarakat.

Baca juga: Hari ke-9 Dapur Umum, Tagana Karawang Distribusikan Lebih dari 11 Ribu Bungkus Makanan

Lurah Palumbonsari, Indra Sudrajat, menyampaikan bahwa salah satu isu strategis yang menjadi perhatian dalam Musrenbang kali ini adalah penanganan banjir, khususnya terkait normalisasi Kali Cilamaran.

“Kita menunggu kesiapan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), utamanya kesiapan perangkat. Itu yang utama, kemudian statusnya saat ini saling membutuhkan,” ujar Indra Sudrajat.

Ia menambahkan, diperlukan pengerukan dan normalisasi sungai untuk mengurangi risiko banjir. Namun hingga kini, pihak kelurahan masih menunggu realisasi dari BBWS yang direncanakan pada tahun 2026.

“Sesungguhnya bukan menanti kondisi surut, melainkan keterbatasan alat. Dari pihak BBWS juga masih menunggu kesiapan operasional,” katanya.

Meski demikian, Indra berharap proses normalisasi dapat segera dilaksanakan. Pemerintah Kelurahan Palumbonsari, lanjutnya, siap berperan aktif, termasuk melakukan langkah-langkah evakuasi apabila banjir kembali terjadi.

Dalam Musrenbang tersebut, Indra juga menyampaikan aspirasi warga terkait kondisi Kali Cilamaran, mengingat cuaca ekstrem yang sulit diprediksi serta debit air sungai yang terus meningkat.

“Hasil asesmen dari BBWS, cakupan normalisasi kurang lebih mencapai 15 kilometer,” ungkapnya.

Baca juga: Dari 26 Desa, Banjir di Karawang Kini Tinggal Melanda 9 Desa

Ia menjelaskan, titik awal proyek normalisasi Kali Cilamaran kemungkinan dapat dimulai dari wilayah Tegalsawah, Margasari, maupun Kondangjaya, menyesuaikan dengan prioritas teknis di lapangan.

Melalui Musrenbang Kelurahan Palumbonsari, pemerintah kelurahan berharap seluruh usulan pembangunan, khususnya terkait pengendalian banjir dan infrastruktur lingkungan, dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah tahun 2027. (*)