KARAWANG- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang menyerukan gerakan kepedulian kemanusiaan untuk membantu ribuan warga terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Organisasi keagamaan itu mengajak masyarakat menjadikan musibah nasional ini sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial dan empati antarsesama.
Ketua MUI Karawang, KH Tajudin Nurr, mengatakan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam sepekan terakhir telah menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal, bahkan anggota keluarga. Berdasarkan data sementara, sekitar 8.000 jiwa terdampak langsung.
“Ini bukan sekadar peristiwa alam, tetapi ujian kemanusiaan. Ketika saudara kita menderita, seluruh bangsa ini juga sedang diuji kepeduliannya,” kata KH Tajudin, Kamis (4/12/2025)
Baca juga: Tinjau Lokasi Bencana, Prabowo Pastikan Penyaluran Bantuan Berjalan Optimal
Menurutnya, penderitaan warga di wilayah terdampak membutuhkan kehadiran semua pihak, bukan hanya dalam bentuk doa, tetapi juga bantuan nyata.
Sebagai bentuk respons langsung, MUI Karawang menginstruksikan seluruh MUI kecamatan untuk menghidupkan gerakan spiritual dan sosial di tengah masyarakat melalui sejumlah langkah, di antaranya pelaksanaan sholat ghaib, pembacaan doa Qunut Nazilah, serta penggalangan bantuan kemanusiaan.
Tak hanya itu, para dai, khatib, dan penceramah juga diminta mengedukasi umat lewat khutbah dan media sosial untuk menyebarkan pesan kesejukan serta memperkuat mental korban di tengah situasi darurat.
Baca juga: Korban Tewas Bencana di Sumatera Tembus 442 Jiwa, Ribuan Warga Terisolasi
MUI Karawang juga secara khusus mengajak umat Islam menyalurkan donasi melalui lembaga resmi seperti BAZNAS dan organisasi keagamaan agar bantuan lebih terkoordinasi dan tepat sasaran.
“Rasulullah SAW mengibaratkan umat seperti satu tubuh. Jika satu bagian sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakannya. Maka membantu korban bencana adalah kewajiban moral dan spiritual kita bersama,” tegasnya.
Selain bantuan logistik, seperti pakaian layak pakai, sarung, mukena, dan perlengkapan ibadah, MUI Karawang menekankan pentingnya menyisihkan rezeki untuk meringankan beban warga yang kehilangan rumah dan harta benda.
“Daripada pakaian bekas menumpuk, lebih baik dibagikan kepada saudara kita yang sedang kesulitan. Ini bagian dari ibadah sosial yang bernilai di sisi Allah SWT,” ujarnya.
MUI Karawang berharap gerakan kepedulian ini mampu mengetuk hati masyarakat untuk turut terlibat dalam pemulihan kehidupan korban bencana, baik secara material maupun spiritual.
“Semoga dengan saling peduli, beban saudara-saudara kita bisa terasa lebih ringan,” pungkas KH Tajudin.














