KARAWANG – Melihat posisi Karawang sebagai jalur strategis antara Jakarta dan Bandung serta perannya sebagai kota industri yang terus berkembang, Muhammadiyah menilai hal ini sebagai momentum emas untuk mendorong kemajuan pendidikan Islam berkemajuan dan pembangunan manusia unggul.
Dengan lokasi yang strategis di kawasan Jalan Interchange Karawang, diapit dua kawasan bisnis elite—Resinda dan Galuh Mas—Muhammadiyah mengukuhkan diri sebagai pelopor pendidikan Islam berkemajuan, bukan hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam membangun sumber daya manusia unggul di Karawang.
Baca juga: Kembali Digelar, Ratusan Warga Karawang Ikuti Seleksi Magang ke Jepang Tahap Dua
“Sangat bahagia sekali bisa melihat kemajuan yang sedang berlangsung di bidang pendidikan, khususnya di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyah (PTMA),” ujar Dino, Ketua Umum PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Karawang, Sabtu (25/10).
Dino menambahkan, langkah pasca akuisisi Universitas Islam 45 Bekasi (Unisma) menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (Unimid) merupakan kebijakan strategis dalam memperkuat jaringan pendidikan Muhammadiyah di kawasan industri.
“Peningkatan Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) menjadi Universitas Muhammadiyah Bekasi–Karawang adalah bentuk keseriusan Muhammadiyah dalam menghadirkan universitas Islam komprehensif di wilayah industri,” jelasnya.
Pada awal tahun 2026, kawasan sekitar Masjid Al Ghamar akan dikembangkan menjadi kawasan universitas terpadu Muhammadiyah. Dino menyebutkan akan ada enam jurusan yang bergabung dalam tahap awal, yaitu:
- Sains Data
- Komunikasi
- Teknik Industri
- Manajemen
- Teknik Informatika
- Manajemen (sementara)
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk memajukan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.
“Apalagi pembangunan kampus ini tidak menggunakan dana hibah pemerintah. Semua murni dari persyarikatan Muhammadiyah,” tutur Dino.
Ia menegaskan, kehadiran universitas ini bukan hanya untuk mendidik, tetapi juga menjadi sarana bagi pelajar Muhammadiyah maupun non-Muhammadiyah untuk tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, rasional, dan berakhlak.
“Kami ingin mencetak kader Muhammadiyah yang berkemajuan, sekaligus membasmi takhayul, bid’ah, dan khurafat (TBC),” tambahnya.
Dengan lini pendidikan yang sudah lengkap mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga SMK, kini Karawang bersiap menyambut kehadiran Universitas Muhammadiyah Karawang sebagai tonggak baru pendidikan Islam berkemajuan di daerah industri.
“Bukan hanya mencetak sarjana, tetapi juga kader Muhammadiyah yang mampu membawa perubahan bagi bangsa,” tutup Dino. (*)














