
KARAWANG – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 1 Telukjambe Barat tetap berlangsung lancar meski sempat dihantui kekhawatiran akibat banjir yang merendam sekolah selama empat hari.
Genangan banjir deras terjadi sejak Selasa hingga Jumat dan membuat aktivitas di sekolah lumpuh sementara. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa pelaksanaan MPLS akan terganggu.
“Awalnya memang sempat khawatir MPLS tidak berjalan karena sekolah kami langganan banjir. Tapi alhamdulillah, Jumat air mulai surut. Hari Sabtu dan Minggu kita langsung bergerak bersih-bersih. Allah ijabah doa kita,” ujar Kepala SMPN 1 Telukjambe Barat, Subchan, Rabu (16/7/2025).
Baca juga: Diduga Karena Pakai BPJS, Pasien Gawat Darurat Ditolak Berobat di RS Izza Cikampek
Subchan menjelaskan, persiapan teknis MPLS sebenarnya sudah dilakukan sejak jauh hari. Namun, beberapa fasilitas seperti buku pelajaran, meja, kursi, dan satu unit barang elektronik sempat terdampak banjir.

Meski demikian, hal itu tak menyurutkan semangat sekolah dalam menyambut 264 peserta didik baru. Kegiatan MPLS digelar selama lima hari dengan agenda pengenalan program sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, serta budaya belajar.
“Kami dibantu OSIS, guru, dan petugas kebersihan untuk membersihkan lumpur dari pagi sampai sore. Hari Senin ruangan sudah siap, meski kursi masih kami susun pagi-pagi,” tambah Subchan.
Pihak sekolah kini sedang melakukan pendataan buku yang rusak akibat banjir, terutama buku milik siswa kelas 8 dan 9.
Baca juga: Buntut Temuan BPK, Dana BOS Rp2 Miliar di Purwakarta Diduga Disalahgunakan
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, guru-guru memanfaatkan teknologi digital seperti e-book dan materi presentasi sebagai alternatif pembelajaran.
“Kita akui sekitar 75 persen warga sekolah terdampak banjir. Tapi sekarang zaman sudah canggih, jadi guru bisa pakai ebook, materi tayang, dan lainnya,” pungkasnya. (*)













