Beranda Headline Menu MBG di Sekolah Karawang Viral karena Berisi Belatung, Kepala Sekolah: Langsung...

Menu MBG di Sekolah Karawang Viral karena Berisi Belatung, Kepala Sekolah: Langsung Dihentikan

20
Mbg karawang
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Palumbonsari 3, Karawang, viral karena ditemukan berisi belatung. (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Sebuah video yang memperlihatkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berisi belatung di salah satu sekolah dasar di Karawang, Jawa Barat, viral di media sosial. Dalam video tersebut tampak pepes ayam yang disajikan kepada siswa terlihat berlendir dan diduga basi, hingga membuat guru serta murid terkejut.

Peristiwa itu terjadi di SDN Palumbonsari 3, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, pada Senin (20/10/2025). Kepala sekolah, Tuti, membenarkan bahwa video itu memang direkam oleh pihak sekolah untuk dilaporkan ke Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG).

“Videonya itu sebenarnya untuk laporan ke pihak SPPG, bukan untuk diviralkan. Tapi entah bagaimana bisa menyebar keluar,” jelasnya.

Baca juga: Hadapi Era Industri 5.0, Deddy Corbuzier Dorong TNI Aktif di Ruang Digital

Tuti menegaskan, tidak ada satu pun siswa yang sempat mengonsumsi makanan MBG tersebut. Begitu ditemukan tanda-tanda makanan basi, pihak sekolah langsung melapor dan menghentikan pembagian menu MBG.

“Alhamdulillah tidak ada yang makan sama sekali. Saya langsung instruksikan untuk stop pembagian makanan dan semuanya dikembalikan ke pihak MBG,” katanya.

Menurutnya, kualitas makanan kemungkinan terpengaruh oleh jumlah distribusi program MBG yang sangat banyak ke berbagai sekolah. Di SDN Palumbonsari 3 saja, setiap hari terdapat lebih dari 670 porsi MBG yang harus diterima dan dibagikan.

“Mungkin karena jumlahnya banyak dan distribusinya ke banyak sekolah, jadi kualitasnya bisa turun. Tapi sebelumnya tidak pernah ada masalah seperti ini, hanya hari itu saja,” tuturnya.

Baca juga: UNSIKA Karawang Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa Bengle

Tuti menyesalkan insiden tersebut dan berharap pihak pelaksana program MBG segera melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Sebagai kepala sekolah, tentu saya menyesalkan. Tapi yang penting anak-anak aman, tidak ada yang makan. Saya juga sudah minta pihak MBG mengevaluasi agar tidak terjadi lagi,” tegasnya. (*)