Beranda Headline Mengatasi Insomnia: Penyebab, Dampak, dan Solusi untuk Tidur Lebih Nyenyak

Mengatasi Insomnia: Penyebab, Dampak, dan Solusi untuk Tidur Lebih Nyenyak

21
Penyebab Insomnia
Ilustrasi Insomnia (Foto: net.)

beritapasundan.com – Bila seseorang kerap kesulitan untuk tidur terutama pada malam hari, bisa jadi dia sedang mengalami insomnia. Kondisi ini termasuk ke dalam salah satu masalah kesehatan yang tidak boleh dianggap remeh. Insomnia tidak hanya menyebabkan kualitas hidup menjadi rendah, tetapi juga dapat memicu timbulnya penyakit lain.

Durasi waktu tidur yang ideal untuk usia dewasa adalah tidak kurang dari enam sampai tujuh jam. Namun, bagi penderita insomnia, durasi tidur malam bisa hanya terjadi selama 30 menit saja.

Penyebab Insomnia

Penyebab terjadinya insomnia dibagi menjadi dua, yaitu insomnia primer dan insomnia sekunder. Berikut adalah penjelasannya:

Baca juga: Keunggulan Begadang: Penelitian Menemukan Orang yang Tidur Larut Lebih Cerdas

Insomnia Primer

Insomnia primer tidak disebabkan oleh masalah kesehatan. Beberapa penyebab dari insomnia primer adalah sebagai berikut:

  • Stres atau memikirkan suatu masalah secara berlebihan.
  • Lingkungan yang kurang nyaman untuk tidur, seperti terlalu bising atau suhu ruangan yang tidak ideal.
  • Sering begadang atau waktu tidur yang tidak teratur, seperti shift kerja atau mengerjakan tugas hingga larut malam.
  • Melakukan kegiatan lain sebelum tidur, seperti bermain gadget dan komputer, menonton film, atau berbincang dengan teman.
Insomnia Sekunder

Seseorang yang mengalami insomnia sekunder disebabkan oleh adanya masalah kesehatan yang mengganggu tidur. Beberapa penyebab insomnia sekunder adalah sebagai berikut:

  • Gangguan pernapasan yang membuat sulit bernapas dan menimbulkan rasa cemas berlebih, seperti asma.
  • Gangguan pencernaan yang menyebabkan rasa sakit pada perut dan ketidaknyamanan saat berbaring, seperti GERD.
  • Gangguan otot dan sendi yang memberikan sensasi nyeri, seperti radang sendi.
  • Gangguan psikis yang menyebabkan kecemasan berlebihan, seperti depresi atau bipolar.
  • Gangguan tidur yang menyebabkan terbangun berkali-kali pada malam hari, seperti restless leg syndrome dan sleep apnea.
  • Pola hidup yang kurang sehat, seperti merokok dan konsumsi kafein secara berlebihan.
Mengatasi Insomnia

Jika Anda mengalami gangguan tidur atau insomnia yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis agar mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu, kurangi aktivitas berlebihan saat malam hari atau waktu tidur. Kualitas tidur sangat penting untuk keberlangsungan kesehatan tubuh. Mulailah menerapkan pola hidup sehat untuk tubuh yang lebih bugar dan produktif.

Baca juga: Manfaat Susu Kedelai: Rahasia Diet Sehat dan Efektif

Tidur yang cukup dan berkualitas adalah kunci untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Jangan remehkan gejala insomnia, dan ambillah langkah-langkah untuk mengatasinya agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik. (*)