Beranda Headline Mahasiswa PLS Unsika Susun Rencana Bisnis Bidang Pendidikan Nonformal

Mahasiswa PLS Unsika Susun Rencana Bisnis Bidang Pendidikan Nonformal

126

BEPAS, KARAWANG – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) diberikan pelatihan penyusunan rencana bisnis di bidang pendidikan nonformal oleh para dosen Unsika, beberapa waktu yang lalu.

Pelatihan penyusunan rencana bisnis ini adalah bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Pelatihan ini diprakarsai oleh Ajat Sudrajat, Abdul Yusuf, dan Mohamad Jajuli. Ketiganya tercatat sebagai dosen di Unsika.

“Para sarjana dituntut mampu menangkap peluang menjadi seorang wirausaha, termasuk bagi lulusan program studi Pendidikan Luar Sekolah,” kata Rina Maria Hendriyani, SE., MM, pemateri pelatihan ini.

Rina mengatakan, peluang mahasiswa PLS setelah lulus adalah membuka layanan pendidikan usia pra sekolah seperti PAUD. Atau membuka lembaga kursus dan pelatihan seperti kursus menyetir, perbengkelan, tata rias pengantin, dan tata busana.

“Bisa juga membuka lembaga pusat kegiatan belajar masyarakat yang didirikan dari, oleh, dan untuk masyarakat seperti layanan PAUD, Paket A, Paket B, dan Paket C,” tambah Rina.

Asal, kata Rina, lulusan PLS mesti punya sikap positif, juga mental dan keyakinan yang kuat. “Juga tidak lupa kemampuan menyusun strategi supaya tidak hanya bercita-cita menjadi pengawai,” katanya.

Danang Kusnanto, SE.,MM, pemateri lain, mengatakan, jiwa kewirausahaan harus ditanamkan sejak di bangku kuliah agar harapannya banyak lulusan sarjana yang jadi pengusaha.

Sementara itu, Ajat Sudrajat, salah satu penyelenggara kegiatan mengatakan, diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan ini mahasiswa mampu menumbuhkembangkan jiwa wirausaha dengan menangkap peluang usaha yang ada. “Terutama peluang usaha di bidang pendidikan nonformal,” kata Ajat.

Abdul Yusuf, juga penyelenggara kegiatan menambahkan, menangkap peluang usaha harus didasari wujud kepedulian sosial untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan masalah pendidikan bagi masyarakat putus sekolah.

Senada dengan Abdul Yusuf, Mohamad Jajuli menutup, kegiatan ini merupakan salah satu wujud Tridharma perguruan tinggi yang terkait dengan pengabdian kepada masyarakat. (fzy)