
KARAWANG – Yubelina Iconela Apomserip Ningdana (22), mahasiswi asal Papua, resmi lulus dari Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) dengan IPK 3,89. Yubelina—akrab disapa Ico—merupakan penerima beasiswa ADik Papua, program afirmasi pemerintah bagi putra-putri asli Papua. Ia menempuh pendidikan di Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Unsika.
Ico lahir dan besar di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. Ia bersekolah di daerah asalnya hingga SMP sebelum mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan SMA melalui beasiswa di Sekolah GenIUS milik Prof. Yohanes Surya di Tangerang, Banten. Setelah lulus SMA, ia mengikuti seleksi beasiswa ADik Papua dan kemudian diarahkan pemerintah untuk melanjutkan studi di Unsika.
Baca juga: Unsika Gelar Dua Sesi Wisuda, Fakultas Teknik Tunjukkan Inovasi Mahasiswa
Di awal masa kuliah, Ico sempat merasa khawatir soal proses adaptasi dengan lingkungan baru. Namun kekhawatiran itu hilang setelah ia merasakan dukungan penuh dari teman-teman, dosen, dan civitas akademika.
“Teman-teman sangat baik. Saya sangat bersyukur karena mereka mendukung dan membantu selama saya kuliah,” ujarnya.
Setelah menuntaskan studinya, Ico berencana membangun karier di Pulau Jawa dan berharap bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Rektor Unsika, Prof. Dr. Ade Maman Suherman, menyampaikan bahwa sejak tahun 2021 hingga 2025 kampus tersebut telah meluluskan 30 mahasiswa penerima beasiswa ADik Papua, termasuk Ico yang berhasil menyelesaikan studi pada tahun ini.
Prof. Ade menegaskan bahwa program ADik Papua merupakan inisiatif pemerintah untuk memberikan kesempatan pendidikan tinggi bagi putra-putri asli Papua dan wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Program ini menyediakan beasiswa penuh mulai dari seleksi hingga pembiayaan kuliah.
Baca juga: UNSIKA Wisuda 1.571 Lulusan, Rekor Terbanyak Sepanjang Sejarah Kampus
“Program ini sudah lama berjalan. Akses pendidikan di Papua belum sebaik di Jawa, sehingga pemerintah memberikan beasiswa ADik Papua untuk memastikan adik-adik di sana tetap bisa menempuh pendidikan tinggi,” jelasnya.
Ia berharap Unsika terus memberi dampak positif, baik bagi mahasiswa lokal maupun dari daerah lain, termasuk para penerima beasiswa ADik Papua yang kelak menjadi penerus bangsa. (*)













