Beranda Headline Live TikTok di Tengah Banjir: Cara Kreatif Warga Karangligar Atasi Frustrasi

Live TikTok di Tengah Banjir: Cara Kreatif Warga Karangligar Atasi Frustrasi

50
Banjir Karangligar
Ela (30), seorang warga Kampung Kempek, menemukan cara unik untuk menghadapi banjir (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Banjir menjadi masalah tahunan yang menghantui warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Setiap musim hujan tiba, warga harus menghadapi kenyataan pahit: mengungsi ke mushola, kantor desa, atau rumah kerabat untuk menyelamatkan diri dari genangan air yang merendam rumah mereka.

Baca juga: Banjir Ketiga di November, Karangligar Kembali Terendam

Ela (30), seorang warga Kampung Kempek, menemukan cara unik untuk menghadapi kondisi ini. Dengan santai, ia memilih menggunakan platform media sosial sebagai pelarian dari rasa frustrasi akibat banjir. Saat ditemui pada Kamis (28/11/2024), Ela terlihat duduk di kursi yang terendam air sambil melakukan siaran langsung di TikTok.

“Saya sedang live TikTok, membagikan kondisi banjir yang saya alami. Warga yang lalu-lalang di sekitar sini juga saya perlihatkan,” ujar Ela.

Bagi Ela, live TikTok adalah caranya menikmati momen sulit sekaligus berbagi cerita dengan dunia luar. Sebagai seorang ibu dua anak yang juga bekerja di sektor retail, ia berusaha tetap bersyukur meski menghadapi tantangan besar.

“Daripada frustasi, lebih baik dibawa hiburan saja. Saya kebetulan suka main TikTok, jadi ini cara saya untuk menikmatinya. Bersyukur aja, di sini musibahnya banjir, di tempat lain mungkin lebih parah seperti longsor,” tambahnya.

Ela saat ini terpaksa mengajukan izin tidak masuk kerja karena banjir yang merendam rumahnya sudah mencapai ketinggian paha orang dewasa. Bersama keluarganya, ia berencana mengungsi sementara waktu hingga kondisi membaik.

Di sisi lain, Sekretaris Desa Karangligar, Yosi Apriani, menilai bahwa warga Karangligar sudah memiliki mental yang kuat menghadapi banjir tahunan ini.

“Melihat sekarang, warga sudah biasa. Anak-anak bahkan menjadikan banjir sebagai arena bermain. Tapi meskipun sudah terbiasa, tetap saja kami berharap ada solusi konkret dari pemerintah,” kata Yosi.

Ia mengeluhkan minimnya realisasi bantuan dari pemerintah meskipun banyak pihak dari pusat maupun daerah yang datang ke lokasi untuk meninjau kondisi.

Baca juga: Sungai Cigentis Meluap, Dua Kampung di Loji Terendam Banjir

“Kami sering menerima kunjungan dari pemerintah, tapi tidak ada solusi nyata yang bisa kami rasakan. Harapan kami adalah ada tindakan konkret agar warga tidak terus-menerus mengalami musibah ini,” tandas Yosi.

Banjir tahunan di Desa Karangligar menjadi tantangan besar bagi warganya, yang terus berharap solusi dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini secara berkelanjutan. (*)