Beranda News Kuliah Kebangsaan UBP Karawang, Lemhannas Ingatkan Pentingnya Nilai Pancasila dalam Sehari-hari

Kuliah Kebangsaan UBP Karawang, Lemhannas Ingatkan Pentingnya Nilai Pancasila dalam Sehari-hari

13
Kuliah kebangsaan ubp karawang
Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menggelar Kuliah Kebangsaan Mata Kuliah Jatidiri Bangsa tahun 2025.

KARAWANG – Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menggelar Kuliah Kebangsaan Mata Kuliah Jatidiri Bangsa tahun 2025 dengan tema “Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara bagi Warga Negara Muda Indonesia” berlangsung di Aula 1 Gedung Rektorat UBP Karawang pada Jumat, 14 November 2025.

Giat tersebut diikuti oleh mahasiswa UBP Karawang semester 3 Tahun Akademik 2025/2026 sejumlah 1730 orang (500 mahasiswa secara luring dan 1230 mahasiswa secara daring). Dihadiri langsung oleh Rektor UBP Karawang Prof. Dr. H. Dedi Mulyadi, SE.MM serta mengundang Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas (2023-2024) Meyjen TNI (purn) Agus Arif Fadila S.I.P dan Widyaiswara Pusdiklat Bela Negara Kemhan Kolonel Adm Winarno, S.Sos., M.Sc selaku pemateri.

Koordinator Mata Kuliah Jatidiri Bangsa, Dr. Erwin Susanto, S.Pd., M.Pd mengatakan, kuliah kebangsaan ini merupakan rangkaian mata kuliah jatidiri bangsa UBP Karawang.

“Tujuan dari kuliah kebangsaan ini adalah upaya untuk memupuk wawasan kebangsaan dan semangat bela negara pada mahasiswa,” ujarnya.

Baca juga: Buntut Debat Panas dengan KDM, YBPP UBP Karawang Nonaktifkan Manaf Zubaidi dari Jabatan Pengawas

Pemateri pertama, Meyjen TNI (purn) Agus Arif Fadila S.I.P menyampaikan edukasi seputar wawasan kebangsaan dan jatidiri bangsa. Ia mengatakan, bahwa generasi muda Indonesia saat ini banyak yang kehilangan jati diri karena tidak memahami ideologi Pancasila dan tidak memahami sejarah nusantara.

“Kita amnesia tentang Pancasila, setelah era reformasi kita amnesia, makanya salah satu solusinya adalah memasukkan Pancasila dalam kurikulum di semua jenjang pendidikan,” katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, era modern kini memiliki tantangan digital yang amat konkrit, dimana generasi mudanya cenderung terikat dengan gadget dan mengadopsi segala informasi secara instan.

“Kita sekarang manusia digital. Tapi saya, manusia digital imigran, dari analog menuju ke digital. Kalau generasi sekarang, manusia digital native, sudah mengakar. Kalau saya dulu gak kenal itu, kerja pakai mesin tik, kalau sekarang memang tantangannya seperti itu,” ungkapnya.

“Karena itu, ini adalah PR kita untuk mulai menyisipkan nilai-nilai Pancasila ke dunia digital. Bagaimana caranya, agar nilai-nilai Pancasila ini masuk algoritma dan dikonsumsi anak muda,” tambahnya.

Baca juga: FEB Unsika Gelar Sustainofest 2025: Dorong Wirausaha Muda Berwawasan Lingkungan

Ia berpesan kepada mahasiswa untuk memiliki wawasan kebangsaan, wawasan nasional dan wawasan nusantara. Menurutnya, mahasiswa harus menghayati nilai-nilai Pancasila dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari sebagai warga negara, kemudian menyebarkan wawasan tersebut kepada lingkungan sekitar.

“Jangan hanya wawasan kedaerahan saja, kalau hanya wawasan kedaerahan, nanti kita akan kagum pada daerah kita sendiri, menganggap daerah lain kecil, akhirnya kita berpikir sempit,” ujarnya.

Sementara itu, Kolonel Adm Winarno, S.Sos., M.Sc menyampaikan materinya kaitan bela negara. Ia menyebut, jika seseorang telah memahami wawasan kebangsaan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, maka hal tersebut akan terimplementasikan menjadi “bela negara”.

Kuliah kebangsaan ubp karawang
Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menggelar Kuliah Kebangsaan Mata Kuliah Jatidiri Bangsa tahun 2025.

Ditegaskannya bahwa bela negara bukan hanya tugas militer, aparat maupun pemerintah. Tetapi bela negara bisa dan harus dilakukan oleh seluruh warga Indonesia, apapun profesinya.

“Caranya dengan melakukan yang terbaik untuk negara ini, melalui bidang atau profesinya masing-masing,” katanya.

Baca juga: Pemkab Karawang Siap Benahi Kawasan Jalan dan Gerbang Tol Karawang Timur

Dalam hal ini, lanjut dia, mahasiswa harus melakukan bela negara dengan cara berperan aktif menjadi generasi muda berkualitas, menimba ilmu sebanyak-banyaknya, dan menebarkan kebermanfaatan bagi sekitar.

Secara rinci ia menyebut bahwa ada 5 poin nilai bela negara yang harus diperhatikan oleh generasi muda, diantaranya ; cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.

“Untuk memahami Pancasila sebagai ideologi negara, kita harus memahami bahwa negara memiliki sebuah ideologi yang di dalamnya tergali nilai-nilai yang sesungguhnya sudah luhur di negara ini, tinggal bagaimana kita menerapkan. Karena jika tidak paham, maka Pancasila akan dianggap tidak relevan, tidak mengikuti perkembangan zaman, dan tidak cocok bagi keyakinan tertentu,” jelasnya.

Winarno mengatakan bahwa penyampaian wawasan hari ini, merupakan sebuah ikhtiar agar generasi muda bisa melek akan nilai-nilai Pancasila, yang seharusnya tertanam dalam diri setiap warga negara. (*)