Beranda News Komunitas Bobotoh Ingatkan Generasi Muda Purwakarta Jauhi Kekerasan dan Rasisme

Komunitas Bobotoh Ingatkan Generasi Muda Purwakarta Jauhi Kekerasan dan Rasisme

88
Komunitas Bobotoh Persib Purwakarta (Foto: Ist)

PURWAKARTA- Komunitas Bobotoh Persib menggelar kegiatan acara Sharing dan Discussion session BOBOTOH IS NOT CRIME dengan tema ” Stop Hatespeech & Stop Sexisme, Sabtu (13/9/2025)

Sharing and Discussion sessions tersebut mengundang Narasumber Kang Arlan Siddha, beliau sebagai akademisi( Dosen Universitas Jend.A.Yani Cimahi) dan salah satu Pioneer Bobotoh bergaya casual (Flower city Casual) serta ditemani oleh Kang Kate sebagai Bobotoh dan juga aktivis rumah Cemara bandung yang notebene merupakan wadah rehabilitasi pengguna narkoba dan HiV+

Selain itu juga dihadiri oleh beberapa komunitas bobotoh seperti viking cipaisan, Root Of Blue, viking maracang, viking kaum purwakarta, blue boys 0264crew, +019crew bobotoh fanatic, purwakarta troops, viking indobarat, viking plered, viking ciwareng, purwakarta curva nord, viking zalan Baru.

Menurut Kang Arlan mengungkapkan supporter adalah manusia bebas merdeka yang peka terhadap kondisi sosial, namun harus jauh dari tindakan kekerasan, kebencian, rasisme, dan sexisme.

Baca juga: Dibekali Fasilitas Modern, RSUD Rengasdengklok Siap Layani Masyarakat

Kegiatan ini merupakan inisiatif, kreativitas, dan kolaborasi komunitas Bobotoh Persib di Purwakarta, dimana kegiatan ini sebuah titik awal kolaborasi positif untuk memajukan semua elemen generasi muda Purwakarta dengan kampanye anti ujaran kebencian, anti kekerasan, bertoleransi terhadap sesama dan lingkungan masyarakat,” kata Kang Arlan.

Sementara itu Kang Kate selalu berkampanye bahwa sepakbola adalah ruang bagi semua manusia tanpa sekat , dimana sepakbola adalah alat untuk silaturahmi, tanpa harus saling membenci.

“Sepakbola adalah olahraga yang menyatukan semua, tanpa sekat dan tidak harus saling membenci,” ujarnya.

Penanggungjawab kegiatan ini , Kang Bagja menambahkan kegiatan kampanye positif ini akan terus berlanjut, karena perjuangan positif itu tidak cukup sekali.

“Kegiatan-kegiatan positif akan terus kita lakukan tidak cukup sekali, saya juga mengucapkan terimakasih pada para narasumber, Leuk goed Cafe, 3026secondthrift, dan tingsecond yang sudah mendukung kegiatan ini,” ujarnya. ***