Beranda News KNPI Karawang Gelar Simposium Pemuda dan Deklarasi Pemilu Damai 2024

KNPI Karawang Gelar Simposium Pemuda dan Deklarasi Pemilu Damai 2024

46
KNPI Karawang menggelar Deklarasi Pemilu Damai 2024 (Foto: Ist)

KARAWANG – Dewan Perwakilan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Karawang menggelar Simposium Pemuda dan Deklarasi Pemilu Damai 2024 di Aula Husni Hamid Gedung Pemda Karawang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai kampus dan Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) yang ada di Kabupaten Karawang.

Karena mengusung deklarasi pemilu damai, giat ini dihadiri oleh unsur penyelenggara pemilu; KPU Karawang, Bawaslu Karawang dan juga perwakilan dari Polres Karawang.

Baca juga: Ribuan Relawan Kang Jimmy Dukung Vera Febyanthy Sebagai Caleg DPR RI

Ketua Pelaksana, Ahmad Sobirin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang dihadiri oleh ratusan pemuda Karawang ini.

Menurutnya, pemerintah daerah juga harus turut memperhatikan semangat pemuda Karawang yang turut antusias terlibat dalam upaya membangun bangsa.

“Kita harus bersama-sama merangkul dan ini harus jadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Karawang, Polres dan juga Kejari agar pemuda ini bisa memiliki produktivitas yang baik dan keharmonisan demi membangun bangsa,” ujarnya pada Kamis, 28 Desember 2023.

Baca juga: KPU Sebut 1.502 ODGJ di Karawang Berhak Nyoblos di Pemilu 2024

Ketua DPD KNPI Karawang melalui Bendahara KNPI Karawang, Ahmad Syahid memaparkan, kegiatan Karawang Youth Season ini rutin digelar setiap tahun.

Melalui kegiatan ini ia menegaskan, proses pemilu sudah seharusnya dikawal bersama-sama, termasuk oleh kalangan pemuda.

“Pemilu ini harus dikawal dan terus ditumbuhkan kesadarannya. Sadar atau tidak, pemilu ini masih sekadar dimaknai sebagai memilih pemimpin, tetapi lebih daripada itu, kontestasi dalam demokrasi ini sebetulnya tidak hanya sekadar memilih tapi bagaimana mewujudkan kita bermasyarakat yang berwibawa,” paparnya.

Baca juga: Bupati Aep Larang Kendaraan Besar Melintasi Jembatan Walahar Karawang

“Ketika pemikiran (kesadaran) tersebut sudah terwujud, saya kira politik transaksional itu bisa kita minimalisir,” tambah Syahid.

Narasumber sekaligus keynot speaker, Prof. Dr. Fauzan Ali Rasyid, M.Si menyampaikan, dirinya melihat pemahaman politik di Indonesia banyak sekali kesenjangan. Seolah pemahaman politik hanya berhak dimiliki oleh para peserta pemilu dan partai politik saja.

“Jadi yang saya lihat dikalangan anak muda dan masyarakat tidak terlalu memahami politik, terkadang hanya para peserta dan parpol saja yang berbicara politik. Maka saya kira pantas saja kalo kita sama kan untuk menjembatani kesenjangan tersebut agar masyarakat dan anak muda memahami konteks politik di Indonesia ini,” pungkasnya.