Beranda Headline KKN UNSIKA Dorong Daya Saing Ekonomi Desa Lewat Pelatihan UMKM dan Pertanian

KKN UNSIKA Dorong Daya Saing Ekonomi Desa Lewat Pelatihan UMKM dan Pertanian

32
Kkn Desa Nangewer
Kegiatan KKN UNSIKA menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, pelaku UMKM, petani, dan aparatur desa. (Foto: Istimewa)

PURWAKARTA – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Universitas Singaperbangsa Karawang (KKN UNSIKA) menggelar Pelatihan Kemitraan Inovatif Pertanian dan UMKM untuk meningkatkan daya saing ekonomi desa, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Nangewer dan melibatkan berbagai instansi terkait, pelaku UMKM Desa Nangewer, serta kelompok tani setempat.

Pelatihan yang digagas oleh KKN UNSIKA tersebut dibagi dalam dua sesi utama, yakni penguatan sektor UMKM Desa Nangewer dan sekolah tani. Kegiatan ini bertujuan mendorong sinergi antara masyarakat, aparatur desa, mahasiswa, serta lembaga pendamping guna meningkatkan daya saing ekonomi desa secara berkelanjutan.

Baca juga: Jelang SNBP 2026, Unsika Gelar Open House Penerimaan Mahasiswa Baru

Pada sesi UMKM, pemilik Tas Calist, Dhan Hardiansyah, memaparkan materi terkait pemasaran digital melalui berbagai platform e-commerce seperti Shopee, TikTok, dan Lazada. Ia menilai sebagian besar pelaku UMKM Desa Nangewer masih tergolong awam dalam pemanfaatan pemasaran digital.

“Pemaparan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku UMKM Desa Nangewer, yang masih baru mengenal pemasaran digital,” ujarnya.

Peserta pelatihan juga dibekali strategi pemasaran berbasis dalam jaringan, mulai dari pengenalan platform digital, teknik promosi produk, hingga mekanisme distribusi dan penjualan daring untuk memperkuat daya saing ekonomi desa.

Sementara itu, pada sesi sekolah tani, Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Darangdan, Ani, memaparkan monografi Desa Nangewer beserta data produktivitas pertanian.

“Produktivitas padi di Desa Nangewer berada pada kisaran 5,5 hingga 6 ton per hektare gabah kering panen dengan pola tanam tiga kali dalam setahun,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebutuhan pupuk bersubsidi di Desa Nangewer meliputi Urea sebesar 185,631 ton dan NPK sebesar 168,987 ton. Selain itu, sejumlah tantangan pertanian juga menjadi perhatian, seperti regenerasi petani, penerapan teknik budidaya, serta pengendalian hama.

“Kami juga mensosialisasikan penggunaan pupuk organik sebagai bagian dari upaya mendorong pertanian berkelanjutan,” tambahnya.

Baca juga: Dewave Resmi Buka Cabang Perdana di Karawang, Hadirkan Layanan Wellness Keluarga

Koordinator Kelompok KKN UNSIKA Desa Nangewer 2026, Yosa Housan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor di tingkat desa.

“Kegiatan ini bertujuan menyinergikan masyarakat, aparatur desa, mahasiswa KKN UNSIKA, pelaku UMKM Desa Nangewer, serta BPP,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi yang terbangun dapat terus berlanjut, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian dan daya saing ekonomi desa.

Kepala BPP Kecamatan Darangdan, Heri Juhaery, menilai kegiatan ini menjadi penghubung strategis antara kelompok tani, petani, dan pendamping teknis.

“Momentum ini penting untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, serta pertukaran informasi di sektor pertanian,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nangewer, Asep Munajat, mengapresiasi peran mahasiswa KKN UNSIKA yang dinilai mampu memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan BPP.

“Sebelumnya koordinasi antara masyarakat dan BPP masih belum optimal. Kehadiran mahasiswa KKN menjadi penyelaras dalam pengembangan pertanian Desa Nangewer,” tegasnya. (*)