
KARAWANG – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP Karawang) yang dilaksanakan di Desa Pasirjengkol mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Desa Pasirjengkol, Tati Maryati.
Dalam wawancara bersama dua mahasiswa KKN, Tri dan Chika, Tati menuturkan bahwa keberadaan mahasiswa KKN tahun ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, dengan adanya KKN sekarang manfaatnya lebih terasa. Mulai dari pojok baca, program Leuweung Hejo, ikut serta dalam kegiatan 17 Agustusan, hingga pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) untuk pelaku UMKM. Sasarannya langsung dirasakan masyarakat, bukan hanya formalitas dari kampus saja,” ujar Tati, Rabu (13/8/2025).
Baca juga: Diskominfo Karawang Gelar Pelatihan Proses Bisnis Statistik Sektoral 2025
Dari sisi sikap, Kepala Desa menilai mahasiswa KKN menunjukkan tata krama dan etika yang baik. “Sikapnya sopan, walaupun ada yang masih kekanak-kanakan, itu wajar karena mereka pelajar. Tapi secara keseluruhan mereka diterima baik oleh masyarakat,” tambahnya.
Menurut Tati, pembuatan NIB menjadi program paling signifikan karena membantu pelaku UMKM di Desa Pasirjengkol agar diakui secara resmi dan mempermudah akses ke berbagai peluang usaha. Sementara itu, program Leuweung Hejo dinilai memberikan manfaat jangka panjang dengan memanfaatkan lahan kosong untuk tanaman produktif.
“Sinergisitasnya bagus, langsung nyambung dengan perangkat desa dan PKK,” ungkap Tati. Ia menambahkan, mahasiswa KKN mampu beradaptasi dengan budaya setempat, sehingga diterima baik oleh warga.
Baca juga: Granat Karawang Ajak Puluhan Warga Desa Duren Perangi Narkoba
Perubahan positif yang terlihat selama kegiatan KKN antara lain meningkatnya pemahaman pelaku UMKM akan pentingnya NIB, serta kesadaran masyarakat memanfaatkan lahan kosong. Kendala yang dihadapi hanya keterbatasan waktu pendampingan dari pihak desa.
Di akhir wawancara, Tati Maryati menyampaikan harapannya agar mahasiswa KKN ke depan dapat terus meningkatkan kualitas program. Ia juga menyatakan siap merekomendasikan Desa Pasirjengkol sebagai lokasi KKN di tahun-tahun mendatang, “selagi mahasiswa tidak bermasalah,” tutupnya. (*)













