KARAWANG- Klub Sepatu Roda Karang Pawitan Inline Cruiser (KPIC) Karawang pertahanan eksistensi sejak 2006 hingga saat ini.
Ervan Pahrevi, Kepala Pelatih Klub Sepatu Roda KPIC Karawang menyebutkan, klub tersebut sudah berdiri sejak tahun 2006 dan sempat mengalami pembubaran. Namun, saat ini KPIC sudah eksis kembali dengan rentetan prestasi.
“Di sini kami udah berdiri sejak 2006, pernah bubar tapi kita reborn lagi mulai dari 2011. Kita kembali, bentuk pengurusan baru dengan atlet-atlet baru juga,” ujarnya saat diwawancarai pada Sabtu, (8/4/2023).
Ia memaparkan, saat ini jumlah atlet di KPIC Karawang ada 50 orang dan usia atlet paling muda adalah 3 tahun. Kemudian, banyaknya jumlah atlet berdasarkan gender didominasi oleh perempuan.
Baca juga: Membanggakan, Dua Hafidz Indonesia Raih Juara di Brunei Darussalam
“Total udah 50 atlet, usianya mulai dari 3 tahun, yang paling senior kelas 2 SMA. Rata-rata lebih banyak perempuan daripada laki-laki,” papar Ervin.
Menurut Ervin, Sepatu Roda sendiri adalah olahraga unggulan di Karawang. Hal tersebut ia lihat dari banyaknya medali emas yang diperoleh para atlet sepatu roda di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tahun 2022 kemarin.
“Sepatu roda adalah olahraga unggulan di Karawang, secara kemarin kami menerima paling banyak medali emas di Porprov 2022 Jabar. Dapet 7 medali emas dibanding cabang olahraga lain,” tuturnya.
Di samping itu, KPIC mengadakan latihan 4 kali dalam seminggu yakni, Senin, Kamis, Sabtu dan Minggu. Dari rutinnya latihan tersebut, para atlet KPIC dibina untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan bergengsi sejak usia dini.
Baca juga: Jelang Lebaran, Tarif Tol Jakarta-Cikampek Diskon 20 persen, Catat Tanggalnya!
“Dari usia dini sudah dibiasakan berkompetisi ke ajang Porda, Porprov. Kita sering juga ikut kejuaraan nasional, dari mulai kelas pemula, standar hingga speed, semuanya kita ikuti,” ungkap Ervin.
Ervin selaku Kepala Pelatih Klub Sepatu Roda KPIC Karawang mengatakan, selama ini tidak banyak kendala dalam melatih anak-anak. Ditemui kendala hanya saat melatih atlet yang usianya 3 tahun.
Kendalanya, anak-anak usia tersebut memiliki mood latihan yang labil. Lalu kaki mereka masih sangat kecil dan susah mencari ukuran sepatu roda yang pas.
“Di sini kita terapin sistem bermain sambil berlatih, pakai alternatif latihan yang menyenangkan supaya semuanya semangat belajar,” pungkasnya.














