Beranda Headline Ketua DPRD Karawang Dukung Rumah Djaw Kie Song Jadi Aset Negara

Ketua DPRD Karawang Dukung Rumah Djaw Kie Song Jadi Aset Negara

13
Rumah Djaw Kie Song
Endang Sodikin: Rumah Djaw Kie Song harus dijadikan aset negara karena nilai sejarahnya sangat penting. (Foto: Istimewa) 

KARAWANG – Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin, mendukung penuh rencana pembelian Rumah Djaw Kie Song di Rengasdengklok untuk dijadikan aset negara.

Rumah bersejarah yang berada di Dusun Bojong, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang ini memiliki nilai historis penting, karena pernah menjadi tempat singgah Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: HUT RI ke-80, Wakil DPRD Dian Fahrud Jaman: Warga Karawang Harus Merdeka di Segala Aspek

“Rumah tersebut adalah saksi bisu detik-detik kemerdekaan RI. Bahkan bendera merah putih pertama kali dikibarkan pada 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok,” ujar Endang Sodikin di Pendopo Karangpawitan, Minggu (17/8/2025).

Ia mengulas peristiwa sejarah ketika para pemuda membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok, agar segera memproklamasikan kemerdekaan. Di rumah itu pula, naskah proklamasi dipersiapkan sebelum akhirnya dibacakan di Jakarta.

Hingga kini, Rumah Djaw Kie Song masih dirawat oleh ahli waris keluarga Djaw Kie Song. Karena memiliki arti penting bagi bangsa, Endang Sodikin menegaskan bahwa rumah tersebut harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Rencana pembelian sebenarnya sudah pernah muncul pada tahun 2010. Saat itu, ahli waris mematok harga Rp2 miliar, sedangkan Pemkab Karawang hanya mampu menawar Rp700 juta sesuai NJOP. Akibatnya, rencana itu terhenti bertahun-tahun.

Baru-baru ini, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengunjungi Rumah Djaw Kie Song (13/8/2025) dan menyatakan akan mendorong Presiden agar rumah tersebut segera dibeli negara.

Baca juga: Karawang Rayakan HUT RI ke-80, Bupati Aep Dorong Semangat Membangun Daerah

Menanggapi hal itu, Endang Sodikin menyatakan siap mendukung.

“Sejak dulu DPRD selalu siap menganggarkan, tapi memang ada kendala teknis, termasuk persoalan harga. Namun jika sekarang ada inisiatif dari MPR RI agar rumah ini diakuisisi negara, kami sepakat dan siap berkolaborasi,” tegasnya. (*)