Beranda Headline Kesepian Ekstrem Sebabkan Ribuan Kematian di Korea Selatan

Kesepian Ekstrem Sebabkan Ribuan Kematian di Korea Selatan

28
Kesepian di Korea Selatan
Foto: Istock

beritapasundan.com – Pandemi kesepian di Korea Selatan telah menjadi fenomena serius yang merenggut ribuan nyawa. Isolasi sosial yang ekstrem dan keterasingan telah membuat banyak warga Korea Selatan meninggal dalam kesendirian.

Data terbaru menunjukkan lonjakan kasus “kematian dalam kesendirian,” di mana individu meninggal tanpa adanya orang terdekat atau keluarga yang menemani. Fenomena ini bukan hanya berdampak pada lansia tetapi juga menjangkiti kaum muda yang menghadapi tekanan sosial dan pekerjaan yang tinggi.

Baca juga: Panduan untuk Bunda: Mengatasi Dermatitis Atopik pada Bayi dengan Aman

Berbagai faktor berkontribusi terhadap kesepian akut ini. Sebagai salah satu negara dengan tingkat urbanisasi dan teknologi yang tinggi, Korea Selatan mengalami penurunan interaksi sosial langsung. Kebanyakan warga tinggal di kota-kota besar dengan rutinitas yang sibuk, sehingga interaksi pribadi semakin berkurang.

Pandemi COVID-19 juga memperburuk situasi, dengan pembatasan sosial yang menyebabkan keterasingan semakin mendalam.

Selain itu, faktor budaya seperti tingginya harapan masyarakat terhadap keberhasilan juga menjadi pemicu. Banyak warga merasa tertekan untuk mencapai standar sosial tertentu, dan jika gagal, mereka memilih menarik diri dari masyarakat.

Isolasi ini tidak hanya mengakibatkan masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan, tetapi juga berdampak fisik, membuat beberapa orang meninggal dalam kesendirian tanpa bantuan.

Pemerintah Korea Selatan telah berusaha mengatasi fenomena ini dengan berbagai program, seperti layanan dukungan sosial dan hotline krisis. Namun, tantangan terbesar tetap pada stigma sosial yang menghalangi sebagian besar orang untuk mencari pertolongan. Kesepian tetap dianggap sebagai tanda kelemahan, sehingga banyak yang enggan terbuka.

Baca juga: Tips Membuat Kopi Tubruk Lebih Mantap dan Beraroma

Pandemi kesepian ini memperlihatkan pentingnya memperbaiki sistem dukungan sosial dan kesehatan mental di Korea Selatan. Perhatian lebih lanjut dan kolaborasi antara pemerintah, organisasi sosial, serta masyarakat menjadi kunci untuk mengatasi krisis ini. (*)