Beritapasundan.com- Radang tenggorokan adalah kondisi umum yang sering menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti nyeri atau gatal di area tenggorokan.
Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja dan biasanya merupakan gejala awal dari infeksi saluran pernapasan. Radang tenggorokan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi virus hingga paparan lingkungan yang tidak sehat. Berikut adalah beberapa penyebab radang tenggorokan serta cara mengobatinya.
Penyebab Radang Tenggorokan
1. Infeksi Virus
Sebagian besar kasus radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus, seperti flu atau pilek. Virus ini dapat menyebar melalui udara, kontak langsung, atau permukaan yang terkontaminasi, sehingga mudah menular. Radang tenggorokan akibat virus biasanya tidak memerlukan antibiotik karena dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Baca juga:Â BMKG Sebut Cuaca Panas di Indonesia Capai 38,3 Derajat Celcius
2. Infeksi Bakteri
Bakteri seperti Streptococcus pyogenes adalah penyebab umum radang tenggorokan yang dikenal sebagai strep throat. Infeksi ini bisa menimbulkan gejala yang lebih parah, seperti demam tinggi, sakit kepala, dan pembengkakan amandel.
Radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri perlu penanganan dengan antibiotik untuk mencegah komplikasi.
3. Alergi
Alergi terhadap debu, serbuk sari, bulu hewan, atau bahan kimia juga bisa menyebabkan radang tenggorokan. Ketika tubuh bereaksi terhadap alergen, produksi lendir meningkat dan menyebabkan iritasi pada tenggorokan, yang bisa menimbulkan radang.
4. Iritasi Udara dan Polusi
Udara yang kering, asap rokok, polusi udara, atau paparan bahan kimia tertentu dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu radang tenggorokan.
Kondisi ini sering dialami oleh orang yang tinggal di area dengan polusi tinggi atau mereka yang sering terpapar asap rokok.
5. Refluks Asam Lambung
Asam lambung yang naik ke tenggorokan (refluks asam atau GERD) dapat menyebabkan iritasi dan peradangan. Biasanya, kondisi ini disertai rasa terbakar di dada (heartburn) dan sering kali memburuk saat berbaring atau setelah makan.














