Beranda Headline Kenali 7 Tanda-Tanda Akan Terjadinya Gempa Dahsyat

Kenali 7 Tanda-Tanda Akan Terjadinya Gempa Dahsyat

96
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Beritapasundan.com- Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang datang tiba-tiba dan sering kali tanpa peringatan yang memadai. Namun, ada sejumlah fenomena alam yang kerap dianggap sebagai tanda-tanda sebelum terjadinya gempa.

Meski tidak selalu dapat diandalkan sebagai peringatan yang pasti, mengenali tanda-tanda alam ini bisa membantu kita lebih waspada terhadap potensi gempa bumi.

Berikut adalah beberapa tanda alam yang sering muncul jelang gempa bumi:

1. Perilaku Hewan yang Aneh

Selama berabad-abad, banyak orang melaporkan bahwa hewan sering menunjukkan perilaku aneh sebelum gempa bumi terjadi. Contohnya, burung-burung terbang rendah tanpa alasan jelas, anjing menggonggong tanpa henti, atau kucing menjadi gelisah dan bersembunyi.

Beberapa teori menyebutkan bahwa hewan mungkin lebih peka terhadap perubahan elektromagnetik atau gelombang seismik yang terjadi sebelum gempa.

Baca Juga: Tips Melindungi Diri dari Grup WhatsApp yang Tidak Diinginkan

2. Perubahan Ketinggian Air Sumur

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air di sumur atau sumber air bawah tanah bisa menunjukkan perubahan mendadak sebelum gempa bumi. Ketinggian air dapat naik atau turun secara signifikan tanpa penyebab yang jelas, mungkin akibat perubahan tekanan di bawah permukaan bumi saat lempeng tektonik mulai bergerak.

3. Gempa Pendahulu (Foreshock)

Sebelum gempa besar terjadi, seringkali ada gempa-gempa kecil yang disebut foreshock. Foreshock ini bisa terasa lemah dan terjadi beberapa jam hingga beberapa hari sebelum gempa utama. Meski tidak selalu terjadi, keberadaan foreshock bisa menjadi indikasi bahwa gempa yang lebih besar mungkin segera menyusul.

4. Fenomena Cahaya Aneh

Ada beberapa laporan yang menyebutkan kemunculan cahaya aneh di langit sebelum gempa bumi. Fenomena ini disebut “earthquake lights” (cahaya gempa) dan masih menjadi misteri.

Cahaya ini bisa muncul sebagai kilatan atau cahaya berwarna di horizon. Beberapa ilmuwan menduga bahwa fenomena ini terkait dengan pelepasan energi dari kerak bumi yang bergerak.

Baca juga: Tips Tepat Menurunkan Demam Pada Anak, Catat Mom!

5. Perubahan Elektromagnetik

Sejumlah studi ilmiah menunjukkan bahwa sebelum gempa, ada perubahan dalam medan elektromagnetik bumi. Perubahan ini bisa terdeteksi oleh peralatan khusus, namun kadang-kadang juga dirasakan oleh manusia dalam bentuk sakit kepala tiba-tiba, rasa gelisah, atau telinga berdenging tanpa sebab yang jelas.

6. Perubahan Suhu Tanah dan Air

Tanda lain yang kerap dikaitkan dengan gempa bumi adalah perubahan suhu di tanah atau air. Satelit penginderaan jauh telah mendeteksi peningkatan suhu tanah sebelum gempa besar terjadi. Peningkatan ini bisa disebabkan oleh pelepasan gas-gas dari bawah permukaan bumi akibat pergerakan lempeng tektonik.

7. Penurunan Aktivitas Seismik

Meskipun gempa pendahulu bisa menjadi tanda gempa besar, ada juga kasus di mana terjadi penurunan aktivitas seismik sebelum gempa besar. Ini bisa menjadi “ketenangan sebelum badai,” ketika tekanan di bawah permukaan bumi semakin meningkat hingga mencapai titik kritis.

Pentingnya Sistem Peringatan Dini

Meskipun tanda-tanda alam tersebut sering dikaitkan dengan gempa, mereka bukanlah metode peringatan yang dapat diandalkan sepenuhnya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengandalkan teknologi modern seperti sistem peringatan dini gempa yang menggunakan sensor seismik untuk mendeteksi gempa beberapa detik hingga menit sebelum terjadi.

Sistem peringatan dini telah terbukti menyelamatkan banyak nyawa, terutama di negara-negara yang rawan gempa seperti Jepang dan Indonesia. Dengan adanya sistem ini, masyarakat dapat segera menyelamatkan diri atau melakukan evakuasi sebelum gempa besar terjadi.