Beranda Headline Kejari Karawang Tahan Dua Mafia Pupuk Bersubsidi, Kerugian Hingga Rp14 Milyar

Kejari Karawang Tahan Dua Mafia Pupuk Bersubsidi, Kerugian Hingga Rp14 Milyar

39
Kejari karawang
Dua mafia pupuk subsidi di Karawang, Jawa Barat ditahan dan ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang

KARAWANG – Dua mafia pupuk bersubsidi di Karawang, Jawa Barat ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) dan ditetapkan menjadi tersangka pada Selasa, 20 Februari 2024.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Karawang, Syaifullah menyampaikan, pihaknya menetapkan tersangka berinisial H dari PT ATS dan tersangka berinisial TH dari PT Pupuk Kujang.

“Saudara H dari PT ATS selaku disdibutor pupuk bersubsidi dan saudara TH dari PT Pupuk Kujang sebagai produsen pupuk bersubsidi,” ungkapnya kepada awak media.

Baca juga: Bupati Karawang Resmikan RSUD Jatisari: Memberikan Kemudahan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

Ia memaparkan, kasus tindak pidana korupsi ini berawal pada 30 November 2016. Pada saat itu, tersangka TH selaku GM Pemasaran dan Penjualan PT Pupuk Kujang (2017) mengusulkan pengangkatan H dari PT ATS sebagai distributor pupuk bersubsidi.

TH menyatakan, persyaratan administrasi dan teknis PT ATS untuk menjadi distributor pupuk bersubsidi sudah lengkap. Padahal, kondisi real hasil verifikasi, PT ATS belum memenuhi syarat.

“Atas perbuatan saudara TH, PT ATS terpilih menjadi salah satu distributor pupuk bersubsidi tahun 2017,” ujarnya.

Baca juga: Pengurus IPKB Karawang Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

Kemudian, tersangka H menjalankan penyaluran dan penebusan pupuk bersubsidi. Namun pada saat dijalankan, pendistribusiannya menjadi tidak sesuai dengan rencana alokasi awal.

“Saudara H melakukan penebusan pupuk urea, dan pupuk organik dengan total 5.930 ton. Jumlah tersebut tidak sesuai dengan alokasi awan yang telah ditentukan oleh Dinas Pertanian untuk tahu. 2017 sebanyak 1.912 ton. Sehingga terdapat selisih 4.018 ton yang tidak dapat dipertanggungjawabkan penyalurannya,” jelas Kajari.

Atas perbuatan tersangka H, ditemukan kerugian uang negara sebesar Rp14.514.638.112.

Saat ini Kejaksaan Negeri Karawang telah menyita barang bukti yang dari PT ATS melalui PT Pupuk Kujang senilai Rp4 milyar.

Baca juga: DKP Karawang Berikan Beasiswa untuk Generasi Nelayan Lebih Baik

Kemudian, pihaknya melakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari, terhitung sejak hari ini 20 Februari 2024 sampai dengan 10 Maret 2024.

“Kejari Karawang tetap berkomitmen penuh dalam melaksanakan pemberantasan mafia pupuk sebagai amanat jaksa agung serta wujud amanat presiden dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” pungkasnya. (*)