Beranda Headline Kasus TBC di Karawang Melonjak Drastis, Dinkes Siapkan Strategi Eliminasi 2030

Kasus TBC di Karawang Melonjak Drastis, Dinkes Siapkan Strategi Eliminasi 2030

15
Kasus TBC Karawang
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Karawang, dr. Yayuk Sri Rahayu, MKM saat memaparkan data peningkatan kasus TBC di Karawang, Senin (3/11/2025). (Foto: Istimewa) 

KARAWANG – Kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Karawang terus menunjukkan peningkatan tajam dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang, jumlah penemuan kasus TBC melonjak hampir tiga kali lipat sejak 2020.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, dr. Yayuk Sri Rahayu, MKM, menjelaskan, pada tahun 2020 tercatat 4.399 kasus TBC, meningkat menjadi 5.414 kasus pada 2021, kemudian melonjak hingga 8.167 kasus di 2022. Tren ini terus naik menjadi 12.868 kasus di 2023 dan mencapai 13.733 kasus pada 2024.

“Untuk tahun 2025, data sementara per September mencatat 9.224 kasus TBC. Angka ini belum final, tetapi jika tren bulanan rata-rata 1.024 kasus, total tahun ini bisa mendekati 12.000 hingga 13.000 kasus,” terang Yayuk pada, Senin (3/11/2025).

Baca juga: Bupati Aep Syaepuloh Luruskan Isu Pajak Naik 600 Persen: Hoaks!

Kematian Akibat TBC di Karawang Terus Meningkat

Selain peningkatan jumlah kasus, jumlah kematian akibat TBC di Karawang juga menunjukkan tren mengkhawatirkan. Yayuk mengungkapkan, angka kematian akibat TBC meningkat dari 54 kasus pada 2020 menjadi 305 kasus pada 2024.

“Data tahun 2025 memang belum final, tapi jika melihat tren lima tahun terakhir, kematian akibat TBC di Kabupaten Karawang masih cenderung naik,” jelasnya.

Tantangan Eliminasi TBC 2030

Dalam upaya mencapai target eliminasi TBC 2030, Dinkes Karawang menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan SDM, sarana prasarana, serta efisiensi anggaran. Salah satu kendala juga muncul setelah berakhirnya program hibah dari USAID untuk Indonesia.

Meski demikian, dr. Yayuk memastikan layanan pengobatan TBC di Karawang tetap berjalan.

“Pasien tetap mendapat akses pengobatan gratis karena obat anti-TB disediakan oleh pemerintah dan Global Fund. Jadi penghentian dana hibah USAID tidak menghentikan layanan, meski efisiensi operasional bisa berkurang,” katanya.

Baca juga: Endang Sodikin Akan Panggil Disnakertrans Karawang Terkait Kunker ke Bali di Tengah Efisiensi

Dinkes Karawang Dorong Pencegahan Melalui Vaksin BCG

Untuk menekan penularan, Dinkes Karawang terus menggalakkan imunisasi vaksin BCG bagi bayi baru lahir. Vaksin ini dinilai efektif mencegah TBC berat pada anak, terutama yang berisiko meningitis atau TBC resisten obat.

“Vaksin BCG bisa didapat di Puskesmas, Posyandu, rumah sakit pemerintah, maupun klinik swasta. Meskipun tidak 100% mencegah infeksi, vaksin ini sangat penting untuk menekan angka kematian akibat TBC,” tegas Yayuk.

Dengan langkah pencegahan dan deteksi dini yang konsisten, Dinkes Karawang berharap target eliminasi TBC 2030 bisa tercapai, sekaligus menurunkan angka kematian akibat penyakit menular tersebut. (*)