KARAWANG – Angka kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, hingga November 2024 tercatat mencapai 824 kasus, menjadikannya angka tertinggi sepanjang pencatatan dari tahun ke tahun.
Staf Program Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Karawang, Yana Aryana, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus HIV di Karawang semakin mengkhawatirkan. “Secara kumulatif dari tahun 2000 hingga 2024, angka kasusnya telah mencapai 3.726. Tahun ini saja, per November, sudah menyentuh 824 kasus,” ujar Yana, Senin (16/12/2024).
Baca juga: Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Pangan Nasional, BMKG Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Menurut Yana, peningkatan signifikan ini terlihat terutama dalam empat tahun terakhir. Pada 2021, kasus HIV mencapai 244, meningkat menjadi 414 pada 2022, lalu melonjak menjadi 593 pada 2023, dan mencapai 824 pada 2024.
Dominasi Usia Produktif dan Laki-Laki
Berdasarkan data, kasus HIV paling banyak ditemukan pada usia produktif, khususnya rentang 25–29 tahun, dengan total 474 kasus sepanjang 2024. Sementara itu, secara jenis kelamin, laki-laki mendominasi dengan 473 kasus, sedangkan perempuan sebanyak 211 kasus.
Faktor Risiko Terbesar: Lelaki Suka Lelaki (LSL)
Dari segi faktor risiko, kelompok lelaki suka lelaki (LSL) menjadi penyumbang kasus terbesar dengan 247 kasus, disusul oleh kalangan umum (194 kasus) dan penderita tuberkulosis (138 kasus). Faktor risiko lainnya meliputi pasangan suami istri (62 kasus), pelanggan pekerja seks (49 kasus), ibu hamil (47 kasus), wanita pekerja seks (37 kasus), anak dari ibu ODHIV (17 kasus), calon pengantin (11 kasus), waria (5 kasus), dan infeksi menular seksual (IMS) (1 kasus).
Baca juga: Bupati Aep Gelar Rapat Mitigasi Bencana Banjir Rob di Pesisir Utara Karawang
Upaya Penanganan dan Harapan
Yana mengimbau masyarakat Karawang untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya perilaku seksual menyimpang serta pentingnya menjaga kesehatan diri. “Trend penularan terbesar masih pada kelompok homoseksual, namun angka kasus dari tuberkulosis juga cukup tinggi. TB ini bahkan dapat menular melalui udara,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa layanan kesehatan terkait HIV di Karawang sudah tersedia, mulai dari tes HIV hingga layanan profilaksis pra-pajanan (PrEP). “Pastikan diri kita bebas dari HIV. Penanggulangan HIV adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah dan KPA, tetapi juga masyarakat,” tutupnya. (*)














