Beranda Headline Karawang Catat Produktivitas Padi 6,564 Ton per Hektare di Awal 2025

Karawang Catat Produktivitas Padi 6,564 Ton per Hektare di Awal 2025

32
Padi karawang
produktivitas padi rata-rata di Kabupaten Karawang tercatat sebesar 6,564 ton per hektare (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang merilis hasil evaluasi panen padi subround pertama tahun 2025. Dalam rilis tersebut, produktivitas padi rata-rata di Kabupaten Karawang tercatat sebesar 6,564 ton per hektare.

Anggota Tim Statistik Pertanian BPS Karawang, Andika Yunawan, menjelaskan bahwa angka tersebut diperoleh melalui survei ubinan pada subround pertama tahun 2025. Pengamatan dilakukan pada 79 plot ubinan yang tersebar di berbagai kecamatan sentra pertanian.

“Data yang kami sajikan bukan data bulanan, melainkan berdasarkan subround. Untuk subround pertama ini, data dikumpulkan dari Januari hingga April 2025. Hasil evaluasi menunjukkan produktivitas padi rata-rata sebesar 6,564 ton per hektare,” ujarnya pada Jumat, 23 Mei 2025.

Baca juga: Bejat! Predator Anak Karawang Dituntut 14 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Plot ubinan diamati di kecamatan-kecamatan sentra padi seperti Jatisari, Banyusari, Rawamerta, Tirtamulya, Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, Majalaya, Pangkalan, Karawang Barat, dan Karawang Timur. Setiap plot berukuran 2,5 meter x 2,5 meter (setara 6,25 m²) dan hasil gabah dikonversi menjadi produksi per hektare menggunakan metode statistik.

“Berat gabah dari tiap plot bervariasi, mulai dari 2 hingga 7 kilogram. Setelah dikompilasi dan dihitung rata-ratanya, diperoleh angka produktivitas subround pertama sebesar 6,564 ton per hektare,” terang Andika.

Dalam pengamatan ini, BPS Karawang juga menggunakan metode Kerangka Sampling Area (KSA), yang dilakukan dari fase tanam hingga panen untuk memproyeksikan wilayah-wilayah yang akan panen dua bulan ke depan.

“Setiap bulan kami mengamati 174 segmen lahan, masing-masing seluas 9 hektare. Total pengamatan mencapai 1.577 hektare per bulan,” imbuhnya.

Sementara itu, dari sisi harga gabah, Tim Distribusi Harga BPS Karawang melalui Agus Rosidi menyampaikan bahwa walaupun Survei Harga Gabah Petani (HPG) sudah tidak dilaksanakan tahun ini, pemantauan harga tetap dilakukan melalui survei harga dasar dan harga di tingkat penggilingan.

“Saat ini harga gabah berada di kisaran Rp6.500 per kilogram. Angka ini relatif stabil dibandingkan tahun lalu, terutama setelah adanya kebijakan pemerintah terkait Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500/kg,” jelas Agus.

Data hasil survei ubinan dan pemantauan harga gabah ini menjadi rujukan strategis bagi pemerintah daerah, instansi pusat, dan pelaku pertanian dalam menyusun kebijakan pangan, distribusi logistik, serta peningkatan kesejahteraan petani.

Baca juga: Pemkab Karawang Maksimalkan Aksi Konvergensi Turunkan Stunting Tahun 2025

Dengan produktivitas yang tinggi dan harga gabah yang stabil, Karawang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung padi utama di Jawa Barat bahkan secara nasional.

“Informasi ini sangat berguna untuk memperkirakan hasil panen, menentukan strategi tanam, hingga pengelolaan distribusi pangan. Ini merupakan bagian dari komitmen BPS dalam menyediakan data akurat dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)