KARAWANG – Ade Wahyu atau yang akrab disapa Kang Dewatama, seorang pengusaha muda asal Karawang, kembali menorehkan prestasi dalam dunia pariwisata Karawang dan kuliner dengan meluncurkan destinasi bernuansa budaya, Lawasan Caraka Resto & Tourism.
Berlokasi di Dusun Kedungwowo, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Tempuran, Lawasan Caraka menjadi bukti keseriusan Kang Dewa dalam mengembangkan sektor pariwisata Karawang yang berkelanjutan.
Sebelumnya, Kang Dewa telah sukses membangun Wisata Kebon Jatidipala dan mengembangkan produk oleh-oleh kuliner bernama “Pangga Snack” yang berhasil menembus pasar internasional. Produk ini telah dijual ke 16 negara di 5 benua dengan jumlah penjualan mencapai ribuan bungkus.
Baca juga: Destinasi Wisata Karawang: Edukasi dan Hiburan dalam Satu Kunjungan

Mengusung konsep “lawasan” yang kental dengan nuansa budaya Jawa, Lawasan Caraka menawarkan suasana autentik melalui bangunan khas seperti joglo, limasan, dan kandang dari kayu lawas. Terdapat juga galeri budaya yang menjual aneka produk kuliner, kriya, fesyen, hingga barang-barang antik.
“Beberapa tahun lalu, kita seperti kehilangan jati diri, kehilangan kebanggaan terhadap budaya yang kita miliki. Kenapa memilih konsep budaya Jawa di tanah Sunda? Ini bisa menjadi strategi marketing juga. Di jazirah Arab ada pepatah, ‘kalau mau terkenal, kencingilah sumur zam-zam’. Artinya: lakukan sesuatu yang berbeda,” ungkap Kang Dewa.
Ia menegaskan, kehadiran Lawasan Caraka bukan semata untuk keuntungan pribadi, melainkan juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Hampir seluruh tenaga kerja yang direkrut berasal dari warga lokal.
“Kami tidak hanya ingin mengejar keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Hampir 100 persen karyawan di sini berasal dari warga desa sekitar,” tuturnya.
Lebih dari itu, Kang Dewa berharap Lawasan Caraka bisa menjadi pemantik kesadaran budaya dan membangkitkan sektor pariwisata Karawang agar tak sekadar viral sesaat, tapi benar-benar mengakar dan berkelanjutan.
Baca juga: 8 Desa di Karawang Ditetapkan Jadi Desa Wisata, Dorong Ekonomi dan Kembangkan Potensi Lokal
“Harapan saya, industri pariwisata Karawang bisa berkembang lebih maju, mengakar, dan menjadi tujuan wisata berskala nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Menanggapi kontroversi soal hadirnya budaya Jawa di wilayah Sunda, Kang Dewa menekankan bahwa tujuannya bukan untuk memicu perdebatan, tetapi untuk memberi inspirasi. “Saya bawa unsur budaya Jawa ke sini bukan dalam konteks memicu konflik SARA, tapi lebih pada bagaimana kita meresponsnya. Kalau merasa terprovokasi, yuk kita kembangkan budaya Sunda agar tidak kalah bersinar,” pungkasnya. (*)














